Ilustrasi. (foto:Pexels/Ibrahim Boran)

Per Akhir Februari 2026, Utang Luar Negeri Indonesia Sebesar Rp7.504,3 Triliun

15 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Utang luar negeri (ULN) Indonesia per akhir Februari 2026 tercatat sebesar US$437,9 miliar atau sekitar Rp7.504,3 triliun, dengan peningkatan 2,5 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
  • Peningkatan ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik, khususnya bank sentral, yang meningkat seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter.
  • Posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar US$215,9 miliar atau Rp3.700,6 triliun, dengan pertumbuhan 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • ULN pemerintah digunakan untuk mendukung sektor seperti kesehatan, pendidikan, konstruksi, dan transportasi, dengan utang jangka panjang mencapai 99,98 persen dari total ULN pemerintah.
  • Sementara itu, posisi ULN swasta pada Februari 2026 tercatat sebesar US$193,7 miliar atau Rp3.319,9 triliun, dengan penurunan 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • ULN swasta didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76 persen terhadap total ULN swasta, dan berasal dari sektor seperti industri pengolahan, jasa keuangan, dan pertambangan.
  • Perkembangan ULN swasta dipengaruhi oleh kelompok peminjam lembaga keuangan dan perusahaan bukan lembaga keuangan, yang masing-masing mengalami penurunan 2,8 persen dan 0,2 persen.
atau

UPdates - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$437,9 miliar atau sekitar Rp7.504,3 (asumsi kurs Rp17.141 per dolar AS) per akhir Februari 2026. Angka ini naik 2,5 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

You may also like : uang cacahHeboh Temuan 21 Karung Uang Rp100 Ribu Tercacah di Bekasi, BI Investigasi

Peningkatan posisi ULN tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan.

You might be interested : 50 xVIRAL! Uang Rp50 Ribu Ada Tulisan "Koruptor Bangsat", Netizen: BI, Tolong Diperbanyak

Dalam keterangan resmi BI yang dirilis Keidenesia.TV dari CNNIndonesia, Rabu, 15 April 2026, posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar US$215,9 miliar (Rp3.700,6 triliun) atau tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,6 persen (yoy).

"Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang," terang Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono.

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22 persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,3 persen); Jasa Pendidikan (16,2 persen); Konstruksi (11,6 persen); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen).

Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98 persen dari total ULN pemerintah.

Sementara peningkatan ULN Bank Indonesia didorong oleh kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global.

Sementara itu, posisi ULN swasta pada Februari 2026 tercatat sebesar US$193,7 miliar (Rp3.319,9 triliun) atau turun 0,7 persen (yoy).

Perkembangan ULN swasta tersebut dipengaruhi oleh kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing turun 2,8 persen (yoy) dan 0,2 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,3 persen terhadap total ULN swasta.

"ULN swasta didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76 persen terhadap total ULN swasta," pungkas Anton.

Font +
Font -