
UPdates – Hingga Rabu, 11 Maret 2026, perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-12.
You may also like :
DPR Minta Presiden Turun Tangan “Bebaskan” Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Teheran menyatakan bahwa hampir 10 ribu lokasi sipil di negara itu telah dibom dan lebih dari 1300 warga sipil tewas sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.
You might be interested :
Netanyahu Minta Kuasai 70 Persen Gaza, Israel "Ngambek" ke Sekjen PBB Usai Masuk Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
Pada Selasa malam waktu setempat, sejumlah target di Iran, termasuk bandara Mehrabad di Teheran dibom, sementara Teheran melanjutkan serangan balasan terhadap Israel dan aset-aset AS di wilayah Teluk hingga menyebabkan lonjakan harga energi global.
Ledakan dahsyat dilaporkan juga terjadi selasa semalam di distrik perumahan di pusat Teheran menyusul "gelombang besar" serangan udara Israel.
Bulan Sabit Merah mengatakan sebuah bangunan tempat tinggal terkena serangan, dan tim penyelamat telah menggali puing-puing untuk mencari orang-orang.
Disadur dari Aljazeera, Rabu, 11 Maret 2026, duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menuduh AS dan Israel sengaja menyerang infrastruktur sipil, termasuk rumah dan fasilitas perawatan kesehatan.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran melancarkan gelombang serangan balasan ke-37 dengan menembakkan rudal "Khoramshahr super berat" dalam rentetan berlapis yang berlangsung lebih dari tiga jam.
Serangan tersebut menargetkan lokasi-lokasi Israel, termasuk Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem Barat, serta pangkalan-pangkalan AS di Erbil, Irak, Manama, dan Bahrain.
Di Amerika Serikat, tekanan politik kini meningkat di Washington, di mana para anggota parlemen menuntut diadakannya sidang publik mengenai tujuan perang dan mempertanyakan strategi pemerintahan seiring dengan meningkatnya korban jiwa di pihak AS dan penyelidikan terhadap serangan terhadap warga sipil.