
UPdates—Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent tiba-tiba mengundurkan diri setelah mengeluarkan surat terbuka yang menyatakan bahwa Iran bukanlah ancaman langsung dan bahwa ia tidak dapat mendukung perang dengan Iran.
You may also like :
Donald Trump Deklarasi Kemenangan, Presiden Prancis, PM Inggris, dan Israel sudah Beri Selamat
Situasi ini memberikan pukulan serius terhadap argumen pemerintah, dengan penasihat utama Presiden AS Donald Trump untuk kontra-terorisme dan seorang tokoh senior di komunitas intelijen secara langsung membantah klaim ancaman yang akan segera terjadi yang menjadi pembenaran utama perang tersebut.
You might be interested :
Iron Dome yang Super Canggih "KO", Israel Kerahkan Sistem Pertahanan Udara "Barak" Baru
Direktur NCTC Joe Kent menerbitkan surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Trump di platform media sosial X pada hari Selasa waktu Amerika.
“Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman yang akan segera terjadi bagi negara kita,” tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Hankyoreh, Rabu, 18 Maret 2026.
Menurutnya, perang ini karena Israel. “Jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” ujarnya.
Kent, pendukung lama Trump yang dua kali mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS sebagai kandidat Partai Republik, telah mengawasi kebijakan kontra-terorisme dan kontra-narkotika sejak diangkat oleh Senat Juli lalu.
“Para pejabat tinggi Israel dan anggota berpengaruh dari media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang sepenuhnya merusak platform ‘America First’ [Trump] dan menabur sentimen pro-perang untuk mendorong perang dengan Iran. Ruang gema ini digunakan untuk menipu [Trump] agar percaya bahwa Iran menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat,” jelasnya.
Selain itu, ia berpendapat bahwa klaim bahwa ada jalan yang jelas menuju kemenangan adalah kebohongan. “(Dan) taktik yang sama yang digunakan Israel untuk menarik [AS] ke dalam perang Irak yang membawa bencana,” tegasnya.
Ia mengatakan tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang. “Dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun membenarkan pengorbanan nyawa warga Amerika,” tulis Kent.