
UPdates—Dua siswa yang diduga keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dirujuk ke Jakarta untuk menjalani perawatan.
You may also like :
Disindir ICW Takut Periksa Mantu Jokowi, KPK akan Hadirkan Bobby di Sidang Topan Ginting
Kedua siswa bernama Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, diberangkatkan ke Jakarta melalui Bandara Kualanamu, Deli Serdang, pada Sabtu, 12 September 2026.
You might be interested :
Update Keracunan MBG di Lombok Tengah: Korban 352 Orang dari 3 Sekolah
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, dokter di Medan sebenarnya memiliki kemampuan untuk menangani kondisi medis yang dialami kedua siswa tersebut.
Akan tetapi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta keduanya dirujuk ke Jakarta supaya bisa memantau langsung kondisi kesehatan mereka.
Gibran mengunjungi anak-anak yang tengah menjalani perawatan akibat keracunan makanan di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat, 11 September 2026 untuk memastikan kondisi mereka mendapat perhatian dan penanganan yang diperlukan.
Wapres saat itu membuka opsi rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang memiliki dukungan medis sesuai dengan kondisi pasien.
"Kemarin kunjungan Bapak Wakil Presiden menyampaikan terhadap penanganan (pasien) langsung di monitor langsung Bapak Wapres. Jadi anak yang memang memiliki indikasi medis dan trauma nya lebih tinggi dari teman yang lain langsung dibawa ke Jakarta," ujar Bobby kepada awak media di Bandara Kualanamu.
Bobby menegaskan, selama di Jakarta, proses pemulihan kedua siswa tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis, tetapi juga kondisi psikologis.
Fitriani, orang tua Agnesia menyambut baik inisiatif Wapres untuk memberikan pilihan rujukan agar putrinya dapat memperoleh penanganan medis yang lebih komprehensif.
Ia berharap langkah tersebut dapat membantu Agnes segera pulih sehingga dapat kembali bersekolah, menuntut ilmu, dan menggapai cita-citanya.
“Kata Bapak [Wapres], kalau mau dirujuk, boleh ke Medan, boleh ke Jakarta,” ungkap Fitriani sebagaimana dilansir dari website resmi Wapres RI.
“Jadi kami tadi sudah bicara sama ayahnya [Agnes] juga, sama anak juga, kami ke Jakarta. Biar lebih mendapatkan obat yang terbaik, dan jaminan kesehatan yang terbaik juga. Dan para dokter yang terbaik juga di sana,” tambahnya.
Sebanyak 353 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Karo diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026 lalu.