Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Foto: ANTARA via Info Publik)

Pertamina Mohon Doa Rakyat, Bahas Teknis Pembebasan 2 Kapal Tanker di Selat Hormuz Bersama Kemlu

29 March 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Pertamina dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membahas teknis pembebasan dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro.
  • Kedua kapal tersebut masih berada di perairan Teluk Arab/Teluk Persia dan pembahasan teknis dilakukan setelah upaya negosiasi dengan Iran mendapatkan respons positif.
  • Prioritas utama Pertamina adalah keselamatan awak kapal dan keamanan kapal serta muatannya, sehingga mereka memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia.
  • Kemlu RI telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas terkait di Iran untuk memastikan kelancaran proses pembebasan kapal dan telah mendapatkan tanggapan positif dari pihak Iran.
  • Pemerintah Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari 'negara sahabat' untuk melintasi Selat Hormuz, termasuk Indonesia, tetapi belum ada kepastian waktu kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.
  • Sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz akibat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, menurut data pelacak kapal real-time MarineTraffic.
  • Pertamina Pride dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.
atau

UPdates—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) mulai membahas teknis pembebasan dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz.

You may also like : tel aviv xIran "Hancurkan" Israel, Warga Dilarang Bagikan Gambar Kerusakan, IRGC: Tak Ada Lagi Tempat Aman di Israel

Kedua kapal tanker tersebut, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga saat ini masih berada di perairan Teluk Arab/Teluk Persia.

You might be interested : kapal perang as india todayKapal Perangnya Ditenggelamkan, Iran Balas Serang Kapal Tanker AS

Pembahasan teknis untuk pembebasan kedua kapal ini dilakukan setelah upaya negosiasi yang dilakukan pemerintah Indonesia mendapatkan respons positif dari Iran.

Ini difokuskan untuk memastikan kedua kapal beserta awaknya dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman menyusul ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, melalui keterangan resmi pada Sabtu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik, Minggu, 29 Maret 2026.

Vega mengatakan, Pertamina Pride dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.

Prioritas utama perusahaan saat ini kata dia adalah keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” kata Vega.

Sejak Selat Hormuz ditutup imbas peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan Kemlu.

Pihak kementerian juga secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait di Iran untuk memastikan kelancaran proses pembebasan kapal.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl melalui keterangam resmi, Jumat, 27 Maret 2026.

Setelah adanya respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, meski hingga saat ini belum ada kepastian waktu kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan, negaranya mengizinkan kapal-kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz. Sementara, kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang lewat.

Negara-negara "sahabat" yang diberi lampu hijau oleh Teheran itu antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia.

Menurut laporan Anadolu, berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >