
UPdates—Pesawat Angkatan Udara Kolombia jatuh sesaat setelah lepas landas di wilayah Amazon selatan negara itu. Meski hancur dan terbakar, 57 orang dilaporkan selamat dari kecelakaan maut tersebut.
You may also like :
Pesawat Tabrak Gedung di California, 2 Tewas dan 18 Luka
Kepala angkatan bersenjata negara itu, Hugo Alejandro Lopez mengatakan, pesawat tersebut membawa 128 orang, termasuk 11 anggota angkatan udara, 115 personel angkatan darat, dan dua petugas kepolisian nasional.
You might be interested :
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Kualifikasi Piala Dunia Zona Conmebol
Sejauh ini, jumlah korban tewas sebanyak 66 orang. Selain itu, lima orang masih dinyatakan hilang.
Lopez mengatakan bahwa 57 korban selamat telah dirawat di rumah sakit, dengan 30 di antaranya dalam kondisi tidak serius di klinik militer.
Kecelakaan pada hari Senin waktu setempat itu terjadi ketika pesawat Hercules C-130 buatan Lockheed Martin lepas landas dari Puerto Leguizamo di perbatasan dengan Peru saat mengangkut pasukan.
Menteri Pertahanan Kolombia Pedro Sánchez dalam penjelasan di X menyebut, pesawat itu terjatuh hanya satu setengah kilometer dari tempat lepas landas, dan amunisi yang dibawa di dalamnya meledak akibat kebakaran di pesawat.
Pesawat itu diyakini mengalami benturan di dekat ujung landasan pacu saat lepas landas, kata petugas pemadam kebakaran Eduardo San Juan Callejas kepada penyiar Caracol, dengan sayap pesawat kemudian menabrak pohon saat jatuh.
Tidak ada indikasi "serangan oleh aktor ilegal", dan pesawat tersebut layak terbang dengan awak yang berkualifikasi sebelum lepas landas, tambah Sánchez.
Rekaman dari lokasi kejadian yang dipublikasikan oleh media lokal BluRadio menunjukkan kepulan asap tebal yang naik dari puing-puing pesawat. Sebuah video menunjukkan pesawat tersebut terhempas ke tanah hanya beberapa detik setelah lepas landas.
Komandan Angkatan Udara Kolombia Fernando Silva mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di media sosial bahwa pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Dalam unggahan sebelumnya di X, Petro mengkritik hambatan birokrasi yang menunda rencananya untuk memodernisasi militer.
"Saya tidak akan memberikan penundaan lebih lanjut; nyawa kaum muda kita yang dipertaruhkan," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari SBS, Selasa, 24 Maret 2026.
"Jika pejabat administrasi sipil atau militer tidak mampu menghadapi tantangan ini, mereka harus disingkirkan," tegasnya.
Beberapa kandidat dalam pemilihan presiden Kolombia yang akan digelar pada 31 Mei menyampaikan belasungkawa dan menyerukan penyelidikan.
Seorang juru bicara perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin mengatakan perusahaan tersebut menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang terkena dampak kecelakaan dan berkomitmen untuk membantu Kolombia dalam menyelidiki insiden tersebut.
Pesawat Hercules C-130 pertama kali diluncurkan pada tahun 1950-an dan Kolombia memperoleh model pertamanya pada akhir tahun 1960-an.
Baru-baru ini, Kolombia telah memodernisasi beberapa C-130 yang lebih tua dengan model yang lebih baru yang dikirim dari AS berdasarkan ketentuan yang memungkinkan transfer peralatan militer bekas atau surplus.
Pesawat Hercules C-130 sering digunakan di Kolombia untuk mengangkut pasukan sebagai bagian dari operasi militer di tengah konflik internal selama enam dekade yang telah merenggut lebih dari 450.000 nyawa.
Nomor ekor pesawat yang jatuh pada hari Senin sesuai dengan nomor ekor pesawat pertama dari tiga pesawat Angkatan Udara AS yang dikirimkan oleh AS dalam beberapa tahun terakhir, yang tiba pada akhir tahun 2020.