
UPdates—Pesawat yang membawa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dari Moldova ke Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V dari Norwegia nyaris dihantam oleh drone.
You may also like :
Kelainan Darah Langka, Raja Harald dari Norwegia Wafat
Peristiwa itu diungkap Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre pada hari Rabu waktu setempat, meskipun pihak kepresidenan Ukraina menepis anggapan mengenai betapa gentingnya situasi tersebut.
You might be interested :
Rusia Gempur Mal di Kampung Halaman Presiden Ukraina, 15 Tewas dan 130 Terluka, Zelenskyy Janji akan Balas
"Penerbangannya nyaris dihantam drone saat lepas landas dari Moldova. Itulah kenyataan yang ia hadapi," ujar Støre kepada lembaga penyiaran publik NRK seperti dilaporkan CBS News.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Raw Story, Kamis, 10 September 2026, Støre tidak memberikan rincian lebih lanjut soal kejadian itu.
Sebuah sumber di kepresidenan Ukraina memberikan keterangan yang lebih terukur kepada AFP.
"Itu adalah peringatan di Moldova ketika sebuah (drone) Rusia memasuki wilayah udara Moldova dan Rumania," ujar sumber itu.
Sumber yang sama menyebut anggapan bahwa Zelenskyy berada dalam bahaya secara pribadi sebagai sesuatu yang "berlebihan."
Wilayah tersebut telah sering mengalami penyusupan semacam itu dalam beberapa bulan terakhir, di mana drone Rusia berulang kali melanggar wilayah udara Moldova dan mengganggu operasional bandara di seluruh Eropa utara, sehingga menyulitkan penafsiran mengenai tujuan drone yang berada di dekat pesawat Zelenskyy tersebut.
Di dunia maya, laporan tersebut memicu kekhawatiran sebelum adanya klarifikasi atau catatan tambahan tersebut.
Koresponden Timur Tengah Amichai Stein melaporkan klaim yang lebih tajam; ia menulis bahwa seorang sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan kepadanya bahwa delegasi menunggu hingga ancaman drone berlalu dan bahwa pihak berwenang Moldova berpendapat hal itu tidak terjadi secara kebetulan.
Penilaian tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pejabat Moldova.
Zelenskyy tiba di Oslo pada Selasa malam untuk melakukan pembicaraan dengan Støre mengenai bantuan militer Norwegia, kemudian menghadiri pemakaman Harald—yang meninggal dunia pada 28 Agustus di usia 89 tahun—pada hari Rabu, bersama Pangeran William dari Inggris, Putra Mahkota Akishino dari Jepang, serta para pemimpin dari lebih dari 20 negara.