
UPdates—Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menyoroti masih minimnya gaung penyelenggaraan siaran Piala Dunia FIFA 2026 oleh TVRI, meski ajang sepak bola terbesar dunia itu sudah dimulai pekan ini.
You may also like :
Hantu Efisiensi di TVRI dan RRI
Menurutnya, keberhasilan TVRI memperoleh hak siar seluruh pertandingan harusnya dibarengi strategi komunikasi publik yang lebih kuat agar antusiasme masyarakat dapat terbangun secara optimal.
Politikus PDIP tersebut melontarkan sorotan ini menyusul masih terbatasnya atmosfer publik menjelang pembukaan turnamen, padahal TVRI telah memperoleh mandat besar untuk menyiarkan seluruh pertandingan secara gratis kepada masyarakat, termasuk hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Piala Dunia bukan sekadar siaran olahraga. Ini adalah momentum nasional yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, industri kreatif, UMKM, hingga ruang-ruang kebersamaan masyarakat. Oleh karena itu saya melihat masih kurang keriuhan dan atmosfer publik yang seharusnya sudah terasa menjelang kick-off,” kata Novita sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website DPR RI, Rabu, 10 Juni 2026.
TVRI mendapat hak siar dan akan menyiarkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut meningkat dibanding Piala Dunia 2022 yang hanya menayangkan 64 pertandingan.
Bagi Novita, capaian memperoleh hak siar ini patut diapresiasi karena membuka akses masyarakat menikmati pertandingan secara gratis melalui lembaga penyiaran publik.
Ia menegaskan, besarnya mandat tersebut harus diiringi kampanye publik yang lebih agresif dan terukur. Menurutnya, masih terdapat ruang komunikasi yang perlu diperkuat, terutama terkait akses siaran digital dan informasi program pendukung.
“Kalau masyarakat masih banyak yang bertanya Piala Dunia tayang di mana, bagaimana cara mengakses TVRI digital, atau kapan program pendukung dimulai, berarti ada ruang komunikasi yang harus diperkuat,” ujarnya.
Atmosfer turnamen pada penyelenggaraan sebelumnya kata dia terasa lebih kuat karena ditopang promosi masif, aktivasi publik, program diskusi sepak bola, kolaborasi komunitas, hingga kampanye digital yang mampu membangun euforia nasional jauh sebelum pertandingan dimulai.
Makanya, sebagai mitra kerja TVRI di Komisi VII DPR, ia menegaskan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan siaran Piala Dunia 2026 berjalan optimal, inklusif, dan dapat menjangkau masyarakat luas.
“Kami mengapresiasi kerja keras TVRI. Namun, justru karena ini, Piala Dunia pertama yang kembali ditayangkan oleh TVRI setelah puluhan tahun, maka persiapannya harus luar biasa. Kualitas siaran harus baik, akses publik harus mudah, dan atmosfer kebanggaan nasional harus benar-benar terasa,” pungkasnya
Laga pembuka Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan. Partai perdana ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026 pukul 03.00 WITA.