
UPdates—Negara-negara Arab mengutuk penyerbuan Masjid Al-Aqsa yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan Itamar Ben-Gvir.
You may also like :
Provokasi Menteri Israel di Masjid Al-Aqsa Dikecam OKI dan Negara-negara Arab
Reaksi tersebut muncul setelah Direktorat Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan bahwa Ben-Gvir memasuki kompleks masjid melalui Gerbang Maroko dan berkeliling halamannya.
You might be interested :
Polisi Israel Buru Semua Perekam Video Serangan Iran yang Menghancurkan
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World, Selasa, 7 April 2026, Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk tindakan tersebut sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia.
Pemerintah Palestina menegaskan kembali penolakannya terhadap upaya untuk mengubah status situs tersebut dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghadapi pelanggaran berulang Israel di Yerusalem.
Yordania juga mengutuk penyerbuan tersebut, menyebutnya sebagai provokasi yang tidak dapat diterima dan pelanggaran terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa.
Kementerian Luar Negeri Yordania menuduh Israel berupaya untuk memaksakan pembagian temporal dan spasial di situs tersebut.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan terang-terangan, mencatat bahwa hal itu terjadi sementara otoritas Israel terus melarang jamaah Muslim untuk masuk.
Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengatakan langkah terbaru Ben-Gvir mencerminkan tekad Israel untuk menerapkan kebijakan Yahudisasi dan kendali penuh atas kompleks masjid.
Abdul Rahman Shadid, seorang pemimpin di Hamas, menyatakan penyerbuan tersebut merupakan kebijakan pendudukan terorganisir yang paling berbahaya terhadap situs tersebut.
Otoritas Israel tetap menutup Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci selama 38 hari berturut-turut, dengan alasan "keadaan darurat" yang diumumkan sejak dimulainya perang AS-Israel di Iran pada 28 Februari.