
UPdates - Perdana Menteri (PM) Denmark, Mette Frederiksen menentang keras wacana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat (AS).
You may also like :
Sniper Israel Tembak Mati Anak Gaza, Trump tak Yakin Gencatan Senjata Tuntas
"Jika Amerika Serikat memutuskan menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya usai," tegasnya dalam sebuah wawancara di televisi Denmark TV2.
You might be interested :
Suhu di Greenland dan Islandia Makin Panas, Lapisan Es Mencair Lebih Cepat
Frederiksen kembali menegaskan jika hal itu terjadi, aliansi militer NATO akan bubar.
"Ini mencakup NATO dan kerja sama keamanan yang diberikan sejak akhir Perang Dunia II," lanjutnya.
Sebelumnya, usai menyerang Venezuela dan menangkap presidennya, Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump kembali menyebut Greenland dalam pernyataan.
Kepada para wartawan, Minggu, 4 Januari 2026, Trump menyebut Amerika Serikat "butuh Greenland" karena wilayah itu sangat strategis.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller juga mengatakan pada waktu terpisah bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Greenland merupakan pulau terbesar di dunia yang menjadi wilayah otonom Kerajaan Denmark.