
UPdates - Pihak kepolisian di Kota Makassar kini tengah mengejar para pelaku teror sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait aksi sekelompok pengendara sepeda motor yang diduga melakukan “patte lari” atau melontarkan anak panah busur di sejumlah titik, khususnya di sekitar kawasan Lembo hingga Almarkaz II, pinggiran Markas Centrum, Lorong SD Baraya, hingga wilayah Sapiria.
Sebelumnya, warga melaporkan adanya kelompok tidak dikenal yang beraksi sambil membawa senjata tajam jenis busur dan anak panah. Kelompok tersebut diduga berasal dari wilayah sekitar dan kerap melakukan aksi intimidasi.
Dilansir Keidenesia.TV dari Humas Polrestabes Makassar, Kamis, 30 April 2026, Kanit Reskrim Polsek Tallo AKP Faizal mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat.
Salah satunya dengan menggelar patroli mobile hunting yang melibatkan personel Reskrim Polsek Tallo bersama Tim Jatanras Polrestabes Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah potensi tindak pidana kekerasan serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
Meski patroli dilakukan secara intensif, petugas belum menemukan pelaku maupun barang bukti berupa senjata tajam. Namun demikian, aparat kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan dan melanjutkan pemantauan di titik-titik rawan.
“Kami belum menemukan pelaku atau barang bukti, namun patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi,” tambah AKP Faizal.
Sementara itu, Kapolsek Tallo AKP Asfada membenarkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Ini merupakan komitmen kami dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang cepat melaporkan kejadian,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat 110 atau langsung ke Polsek Tallo.
Patroli gabungan ini menunjukkan sinergi antara Polsek Tallo dan Polrestabes Makassar dalam mengantisipasi aksi premanisme, khususnya maraknya “patte lari” di wilayah pinggiran kota.
Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap hadir 24 jam untuk masyarakat,” tutup AKP Asfada.