
UPdates—Prajurit Tentara Nasonal Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali menjadi korban serangan. Dua tentara dilaporkan luka parah dan satu luka ringan.
You may also like :
Update TNI Diserang Israel di Lebanon: 3 Gugur, 3 Luka Berat, 2 Luka Ringan, Ini Identitas Lengkapnya
Ketiga prajurit TNI itu terluka dalam sebuah ledakan di dalam posisi PBB dekat daerah Adaisseh di Lebanon selatan pada Jumat sore waktu setempat.
You might be interested :
Baru Satu Hari, Israel sudah Langgar Perjanjian Gencatan Senjata dengan Hizbullah
"Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse melukai tiga pasukan penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dalam pernyataan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari This Is Beirut, Sabtu, 4 April 2026.
Kandice Ardell mengatakan para penjaga perdamaian yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.
"Ini merupakan minggu yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang beroperasi di dekat sektor pusat wilayah operasi UNIFIL. Kami berharap kesembuhan penuh dan cepat bagi semua yang terluka," kata Ardell, menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.
Menurutnya, sumber ledakan tersebut masih belum diketahui. "Kami belum mengetahui asal ledakan tersebut," ujar Ardiel.
Ia menambahkan bahwa UNIFIL mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.
"UNIFIL mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas pertempuran di dekatnya yang dapat membahayakan mereka," tambahnya.
National Information Officer Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, Siska Widyawati membenarkan kabar tiga prajurit TNI kembali terluka di Lebanon Selatan.
"Iya betul (pasukan UNIFIL yang terluka merupakan WNI)," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Sabtu, 4 April 2026.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung di UNIFIL juga tewas dalam dua serangan berbeda di Lebanon dalam kurun waktu 24 jam.
Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam dua serangan tersebut.
Selain itu, lima prajurit TNI lainnya terluka, termasuk tiga dalam kondisi luka parah. Dengan demikian, total 11 prajurit TNI sudah jadi korban dalam beberapa hari terakhir di Lebanon Selatan.
PBB menyebut Israel berada di balik serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.