Rekaman di terowongan Estadio da Luz saat kubu Benfica dan Madrid bersitegang (Foto: X/Tangkapan Layar)

Presiden Klub Dilaporkan Berkelahi, Muncul Rekaman Terowongan Usai Duel Benfica vs Madrid

18 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Rekaman dari terowongan Estadio da Luz yang dibagikan akun X @ManuelGuedes666 menangkap momen tegang yang melibatkan presiden Benfica Rui Costa dan seorang anggota delegasi Real Madrid setelah pertandingan Liga Champions hari ini.

You may also like : chelsea lafc situs1Chelsea Menang, Ini Hasil dan Klasemen Sementara Piala Dunia Antarklub 2025

Pertandingan play-off babak gugur antara Real Madrid dan Benfica dihentikan selama sekitar 10 menit di babak kedua setelah Vinicius Junior menuduh gelandang tuan rumah, Gianluca Prestianni melakukan pelecehan rasial.

You might be interested : liga championsJadwal dan Venue Final Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi

Prestianni tampak mengatakan sesuatu kepada Vinicius sambil menutupi mulutnya dengan bajunya. Vinicius melaporkan insiden tersebut kepada wasit Francois Letexier, yang membuat gerakan tangan bersilang untuk menandakan pelecehan rasis.

Melalui Instagram pada Selasa malam, Vinicius mengatakan bahwa tindakan rasis adalah pengecut. Sementara Prestianni membantah telah mengucapkan kata-kata rasis.

"Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Sport Bible, Rabu, 18 Februari 2026.

Setelah pertandingan yang panas tersebut, yang menghasilkan kartu merah untuk manajer Benfica, Jose Mourinho, dikabarkan ketegangan meluas hingga ke terowongan Estadio da Luz.

Manolo Lama, seorang jurnalis dari COPE, mengklaim bahwa presiden Benfica, Rui Costa, terlibat dalam perkelahian fisik dengan seorang anggota delegasi Real Madrid.

"Saya katakan ada perkelahian di ruang ganti itu, tempat presiden Benfica berada," kata Lama.

Menurut laporan tersebut, situasi memburuk ketika seorang anggota tim komunikasi Real Madrid terlihat merekam video situasi antara pemain dari kedua tim.

Costa dikabarkan meminta karyawan Real Madrid itu untuk berhenti merekam. Ketika karyawan tersebut menolak, presiden klub itu dilaporkan menarik tangannya dari kamera, lalu meletakkan tangannya dua kali di tubuhnya, seolah-olah berkata, 'Jangan merekam lagi'.

Benfica kemudian membantah tuduhan tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Sama sekali tidak benar bahwa presiden Sport Lisboa e Benfica terlibat dalam pertengkaran atau konfrontasi fisik dengan anggota Real Madrid. Ini adalah tuduhan yang sepenuhnya salah dan tidak berdasar," kata klub tersebut.

Saluran media sosial resmi Benfica juga telah menanggapi tuduhan rasisme dari pertandingan tersebut.

Di platform media sosial X, akun @SLBenfica membagikan rekaman penggemar yang menunjukkan para pemain Real Madrid bersiap kembali memulai pertandingan usai gol dan Vinicius Jr berlari ke arah wasit untuk menyampaikan keluhan rasisme.

"Seperti yang ditunjukkan dalam gambar, mengingat jaraknya, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka klaim telah dengar," tegas Benfica merujuk pada kesaksian pemain Madrid yang mengklaim mendengar ucapan rasis ke Vinicius.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >