
UPdates—Unggahan tokoh publik sekaligus mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal di akun X pribadinya dalam 24 jam terakhir membuat penasaran dan menghebohkan publik.
You may also like :
Pro-Kontra Tarif 19% vs 0%, Trump Klaim AS Dapat Akses Penuh untuk Semua Hal di Indonesia
Dalam unggahannya, Akbar Faizal menyertakan video perbincangannya dengan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi yang membahas soal kasus dugaan korupsi kuota haji yang saat ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
You might be interested :
Blok Islah Bahrawi di X, Netizen Sebut Menteri HAM Bermental Tempe
Pada obrolan di podcast Akbar Faizal Uncensored (AFU) itu, Islah membahas soal komunikasinya dengan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang kini sudah menjadi tersangka kasus kuota haji.
“Ini skandal politik. Presiden perintahkan menterinya abaikan panggilan rakyat (baca: DPR) adalah pelanggaran konstitusi serius. Pertanyaannya, ada apa dibalik perintah itu? Kini, @YaqutCQoumas telah TSK KPK. Akankah dia buka peran @jokowi? Tunggu di AFU malam ini,” tulis Akbar Faizal di akun X-nya, @akbarfaizal68, Rabu, 14 Januari 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.
Pada cuitan terpisah Selasa kemarin, Akbar Faizal menyinggung informasi yang sangat mengejutkan soal Gus Yaqut yang di akhir masa jabatannya menghindari Pansus Haji DPR RI.
“Jika @YaqutCQoumas datang ke Pansus Haji DPR-RI saat itu maka Menteri @Kemenag_RI berhadapan dgn DPR dan Presiden @Jokowi sekaligus. Yaqut memilih ingkar kepada DPR ketimbang berseberangan dgn Presiden,” ujarnya.
Akbar Faizal menyebut bahwa berdasarkan keterangan Islah yang bertemu langsung dengan Gus Yaqut, keputusan eks Menag itu untuk tidak memenuhi panggilan Pansus Haji DPR RI karena diberi tugas oleh Jokowi untuk menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis.
“Penghindaran dari Pansus Haji dimulai dgn sebuah tugas non-tupoksi dari Presiden Jokowi ke Paris yg seharusnya dilakoni Menhan Prabowo. Agenda tiga hari tp jadi 22 hari muter-muter di Eropa hingga kabar dan perintah pulang dr Jakarta datang. Kenapa harus spt ini skenarionya? Ini hanya sebagian kisah dari #SkandalKuotaHaji. Tunggu tanggal mainnya,” kata Akbar Faizal.
Islah Bahrawi dalam unggahan di akun X-nya, @islah_bahrawi pada 10 Januari lalu sudah memberi “kode” bahwa nama Jokowi akan banyak disebut dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.
“Saya meyakini, seperti halnya kasus Tom Lembong dan Nadiem Makarim, dalam kasus kuota haji ini nama Jokowi akan disebut berkali-kali. Tapi saya juga meyakini, KPK tak akan pernah punya nyali untuk memanggil Jokowi,” tulisnya.
Ia juga mengungkap bahwa dirinya akan muncul di AFU. “Saya akan bercerita tentang isi "Buku Putih Kuota Haji 2024" ini dalam suatu podcast minggu depan. Apa kaitannya dengan Jokowi dan Maktour? Penetapan tersangka untuk Gus Yaqut sebenarnya untuk menyelamatkan siapa? Apakah ada kaitannya dengan konflik di PBNU bulan lalu?” katanya.
“Siapakah pemain utamanya dan siapa yang mengeruk keuntungan dalam kasus Kuota Haji? Gus Yaqut didakwa membuat kebijakan yang dapat menguntungkan orang lain, siapakah orang lain itu?” tanyanya.
Mantan pendukung Jokowi tersebut, yang memilih Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024 lalu, kemudian meminta publik untuk menunggu seraya menegaskan komitmennya untuk bicara blak-blakan tentang apa yang ia ketahui.
“Tunggu minggu depan (minggu ini, red), saya akan bicara! Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran, karena yang benar maupun yang salah akan mati pada waktunya,” tegasnya.
Unggahan Islah maupun Akbar Faizal sama-sama membuat heboh publik yang ingin tahu cerita sebenarnya di balik kasus ini. Komentar publik pun membanjiri unggahan mereka.
Sejauh ini, belum ada tanggapan dari pihak Jokowi dan Gus Yaqut terkait unggahan-unggahan Akbar Faizal dan Islah Bahrawi.