Ilustrasi anak mendapat perawatan (Foto: AI)

Ratusan Anak Keracunan, Pemilik TK di China Dihukum Seumur Hidup, Kepsek 15 Tahun, 4 Staf Dipenjara 6-8 Tahun

19 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Seorang pengelola taman kanak-kanak (TK) di Tiongkok dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah lebih dari 200 anak mengalami keracunan timbal yang berasal dari makanan mereka.

You may also like : nikah dan rayakan 100 hari bayiBikin Heboh, Pria Tiongkok Gelar Acara 100 Hari Bayi dan Nikah dengan 2 Wanita Berbeda di Gedung dan Hari yang Sama

Media pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa Li Huifang, pengelola Taman Kanak-Kanak Heishi Peixin di Gansu, dijatuhi hukuman tersebut oleh Pengadilan Rakyat Menengah Lanzhou karena memproduksi atau menjual bahan pangan yang berbahaya.

You might be interested : jarum nancapBingung Sudah Sebulan Bokongnya Sakit, Wanita di China Kaget Ada Jarum Berkarat 4 Cm Nancap

Penyelidikan atas insiden tersebut pada Juli 2025 menemukan bahwa juru masak di taman kanak-kanak itu menambahkan cat yang tidak layak konsumsi ke dalam makanan untuk memperbaiki tampilan hidangan, dengan tujuan agar lebih banyak murid yang mau memakannya.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AsiaOne, Senin, 19 Oktober 2026, sampel makanan, seperti kue kurma merah dan roti sosis jagung, ditemukan mengandung kadar timbal sekitar 2.000 kali lipat melebihi batas keamanan pangan nasional Tiongkok.

Li juga didenda sebesar 500.000 yuan (Rp1,3 miliar), sementara kepala sekolah, Zhi Jinglin, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar 300.000 yuan (Rp809 juta).

Selain itu, empat staf lain yang bekerja di dapur dijatuhi hukuman penjara antara enam hingga delapan tahun.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), keracunan timbal sangat berbahaya bagi anak-anak dan dapat menyebabkan kerusakan parah pada otak serta sistem saraf pusat mereka.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >