
UPdates—Ratusan siswa dan orang tuanya diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
You may also like :
Wapres Repost Video Pegawai SPPG yang Ejek Korban Keracunan MBG Karo, Netizen: Tamatlah Sudah Alkisah Dia
Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan sebanyak 276 orang terdampak berdasarkan data hingga Rabu malam. Namun, angka itu masih bisa berkembang karena pendataan dan pemeriksaan masih berlangsung.
You might be interested :
Tak Layak, 1.276 SPPG Kena Suspend, 654 Diusulkan Ditutup Permanen
"Update jam 20.38 WIB, total 276 (orang) yang terdampak di Bawang. Jadi perkembangan nantinya kita tunggu, saat ini kita perhatian bersama," kata Suyono sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Kamis, 24 September 2026.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang.
"Kita berikan layanan di sejumlah tempat layanan kesehatan, seperti Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang," kata Suyono yang ditemui di RSUD Kalisari pada Rabu malam.
Pemkab Batang telah meminta Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan MBG untuk diperiksa di laboratorium.
"Kita tunggu bersama, sambil menunggu hasil lab. Tadi saya sudah telepon Dinas Kesehatan agar mengambil sampel," ungkapnya.
Keluhan dialami warga beberapa jam setelah menyantap MBG yang dibagikan pada Selasa, 22 September.
Suyono mengatakan makanan tersebut dikonsumsi para siswa sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara gejala mulai dirasakan pada siang hingga sore hari.
"Yang anak sekolah makan jam 11.00 WIB, tapi terasanya sore, jam 01.00 (13.00 WIB) atau jam 02.00 (14.00 WIB)," bebernya.
Selain siswa, sejumlah orang tua murid juga mengalami keluhan setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka. Gejala yang dirasakan di antaranya mual dan pusing.
Suyono mengatakan telur menjadi salah satu dugaan awal makanan yang menyebabkan keluhan tersebut. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
"Telur, makan telur, rasanya beda. Setelahnya menjadi mual. Tadi saya tanya pusing dan mual," katanya.
Sebanyak 276 warga tersebut diketahui menerima MBG dari SPPG atau dapur MBG yang sama. Dapur tersebut melayani 11 titik penerima manfaat di Kecamatan Bawang dengan total 2.700 penerima manfaat.