
UPdates—Sturla Holm Laegreid, salah satu atlet biathlon terbaik Norwegia mengebohkan publik di Olimpiade Musim Dingin di Italia, tengah pekan ini.
You may also like :
Asyik untuk Bulan Madu, Ini 5 Pulau Kecil Terindah di Dunia
Saat wawancara pasca lomba, peraih medali perunggu biathlon putra itu membuat keputusan tak terduga dengan mengungkapkan dalam siaran langsung bahwa ia telah berselingkuh.
You might be interested :
Ketua Partai Oposisi Utama Jepang Akui Selingkuh dengan Model Jelang Pemilihan Perdana Menteri
Laegreid memenangkan medali perunggu di nomor 20 km individu putra, dengan rekan senegaranya Johan-Olav Botn memenangkan medali emas dan Eric Perrot dari Prancis meraih medali perak.
Ketika berbicara kepada penyiar Norwegia NRK di Milan Cortina Games ia blak-blakan soal pengkhianatannya pada sang kekasih.
"Enam bulan lalu saya bertemu dengan cinta dalam hidup saya. Orang yang paling cantik dan manis di dunia. Dan tiga bulan lalu saya melakukan kesalahan terbesar dalam hidup saya dan berselingkuh darinya," kata Laegreid, sambil menahan air mata sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari ESPN, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia mengatakan telah memberi tahu pasangannya seminggu yang lalu tentang apa yang telah terjadi.
"Saya yakin banyak orang sekarang melihat saya dari sudut pandang yang berbeda, tetapi saya hanya mencintainya," katanya.
"Saya tidak yakin apa yang ingin saya katakan dengan mengatakan ini sekarang, tetapi olahraga telah menjadi prioritas kedua dalam beberapa hari terakhir. Saya berharap bisa berbagi momen ini dengannya," lanjutnya.
Ini adalah medali Olimpiade individu pertama Laegreid. Ia adalah bagian dari tim estafet yang meraih medali emas di Olimpiade Beijing.
Namun, alih-alih merayakan, ia malah merasa sedih, menangis, dan memeluk teman-temannya setelah perlombaan.
Dalam konferensi pers, ia menjelaskan mengapa ia memutuskan untuk menceritakan situasi pribadinya kepada dunia melalui siaran televisi. Ia mengaku siap menanggung malu demi memperjuangkan cintanya yang sudah dinodainya.
"Itu adalah pilihan yang saya buat. Kita membuat berbagai pilihan selama hidup kita dan begitulah cara kita menjalani hidup," katanya kepada para jurnalis.
"Jadi hari ini saya memilih untuk memberi tahu dunia apa yang telah saya lakukan, jadi mungkin, mungkin ada kesempatan dia akan melihat betapa berartinya dia bagi saya. Mungkin juga tidak," tegasnya.
Ia mengatakan merasa tidak enak karena telah mengalahkan rekan setimnya dengan berita pribadinya yang sangat pribadi.
"Sekarang saya harap saya tidak merusak hari Johan. Mungkin memang egois bagi saya untuk memberikan wawancara itu. Saya tidak benar-benar hadir, secara mental," ujarnya.
Laegreid mengatakan bahwa ia melakukan ‘bunuh diri sosial’ ini dalam upayanya untuk memenangkan hati kekasihnya kembali.
“Saya memberi tahu dia seminggu yang lalu, dan kemudian semuanya berakhir, tentu saja. Saya belum siap untuk menyerah,” katanya dilansir dari Metro.
“Saya harap dengan melakukan bunuh diri sosial ini akan menunjukkan betapa saya mencintainya. Saya menerima konsekuensi dari apa yang telah saya lakukan. Saya menyesalinya sepenuh hati,” tegasnya.
“Saya menyadari bahwa dialah wanita dalam hidup saya, dan saya tidak bisa menjalani seluruh hidup saya dengan menyembunyikannya darinya,” lanjutnya.
“Satu-satunya cara untuk mencapai tujuan saya adalah dengan menceritakan semuanya kepadanya dan mengungkapkannya secara terbuka, dan berharap dia masih bisa mencintai saya. Saya telah melakukan itu untuknya, dan sekarang untuk seluruh dunia. Saya tidak akan rugi apa pun,” tandasnya.
Pacar Laegreid, yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada media Norwegia VG bahwa semuanya telah berakhir. “Sulit untuk memaafkan. Bahkan setelah pernyataan cinta di depan seluruh dunia,” ujarnya.
“Saya tidak memilih untuk berada dalam posisi ini, dan menyakitkan harus berada di dalamnya. Kami telah berhubungan dan dia mengetahui pendapat saya tentang hal ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan teman-temannya yang telah merangkul dan mendukungnya selama masa ini.
“Juga kepada semua orang lain yang telah memikirkan saya dan bersimpati, tanpa mengetahui siapa saya,” tandasnya.