
UPdates - Aksi teror terhadap sejumlah aktivis dan influencer di Tanah Air yang berlangsung sejak penghujung 2025 lalu, ternyata masih terus berlanjut.
You may also like :
Teror Paling Mematikan di Swedia, 11 Tewas dalam Penembakan Massal di Sekolah
Jumat, 2 Januari 2026, giliran Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar yang mengabarkan bahwa dirinya diteror.
You might be interested :
Menteri Fadli Zon Sangkal Pemerkosaan Massal 98, Guru Besar UGM Minta Pasang Hati
Melalui akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar, ia mengaku mendapat telepon dari orang tidak dikenal dengan nomor +62 838 17941429.
Dalam unggahannya, ia menyebut jika penelepon tersebut mengaku dari Polresta Jogjakarta dan meminta dirinya segera menghadap dan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan. Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik.
Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya.
Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek,
Sebelumnya, sejumlah aktivis dan influencer di Tanah Air menerima teror berupa serangan digital, pengiriman bangkai hewan, pengrusakan mobil, hingga rumah dilempar bom molotov.
Teror ini diduga upaya pembungkaman para aktivis dan influencer terkait kritikan mereka di media sosial atas sejumlah permasalahan di Indonesia.