
UPdates—Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri menjadi partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat.
You may also like :
Emak-Emak Berebut Peluk Istri Tom Lembong, Anies Senyum, Jokowi Jadi "Bulan-bulanan" Tokoh Nasional
Peresmian sebagai parpol dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026.
You might be interested :
Jokowi Pasrah Dipecat PDIP, Pengamat Tantang Bikin Parpol Baru
Keputusan diambil melalui musyawarah mufakat yang diikuti seluruh peserta Rakernas yang mewakili Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dalam Rakernas ini, mereka juga menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026–2031.
Sahrin Hamid sebelumnya adalah Ketua Umum ormas Gerakan Rakyat. Ia dikenal sebagai mantan juru bicara Anies Baswedan di Pilpres 2024 dan pernah menjabat sebagai Ketua DPW PAN (Partai Amanat Nasional) Maluku.
Muhammad Ridwan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Ia sebelumnya memegang posisi yang sama saat Gerakan Rakyat masih berbentuk ormas.
Anies Baswedan sebagai Anggota Kehormatan (pemegang KTA nomor 0001) Ormas Gerakan Rakyat diklaim menjadi figur sentral dari partai ini.
Partai ini secara eksplisit didirikan sebagai kendaraan politik untuk mendukung Anies Baswedan maju kembali sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2029 dengan basis massa partai ini berasal dari relawan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid menyampaikan harapan Anies Rasyid Baswedan menjadi Presiden, melalui pemilihan pada 2029 mendatang.
"Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin dalam Rakernas I Gerakan Rakyat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv pada Senin, 19 Januari 2026.
Sahrin menegaskan, dukungan kepada Anies Baswedan merupakan arah perjuangan politik Partai Gerakan Rakyat ke depan.
"Sudah jelas arah perjuangan kita ke depan, bahwa Anies Baswedan adalah Gerakan Rakyat dan Gerakan Rakyat adalah Anies Baswedan," tegas Sahrin.
Sahrin sendiri mengatakan, mereka akan menjadi partai alternatif. “Sebuah kekuatan partai politik alternatif, sebuah alat perjuangan alternatif yang lahir dari orang-orang kecil, yang lahir dari orang-orang biasa," ujar Sahrin.