Ilustrasi bayi (foto:freepik/jcomp)

Sarankan Impor Gadis Vietnam untuk Tingkatkan Angka Kelahiran, Pejabat Korsel Minta Maaf dan Dicopot

9 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Seorang pejabat Korea Selatan yang menyarankan negara tersebut mengimpor wanita muda dari Vietnam atau Sri Lanka untuk meningkatkan angka kelahirannya dikeluarkan dari partainya.

You may also like : presiden korsel aaKorsel Perketat Keamanan Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon

Selama pertemuan di balai kota pekan lalu, Kim Hee-soo, kepala Kabupaten Jindo selatan, mengatakan wanita itu dapat dinikahkan dengan pemuda di daerah pedesaan.

You might be interested : serangan pisauSiswa SMA di Korsel Lakukan Penikaman Massal

Saran tersebut muncul ketika Korea Selatan terus bergulat dengan angka kelahiran terendah di dunia, yang dapat menyebabkan populasi negara yang berjumlah 50 juta jiwa itu berkurang setengahnya dalam 60 tahun.

Namun pernyataan Kim, yang disiarkan di televisi, tidak diterima dengan baik - memicu protes diplomatik dari Vietnam, kemarahan publik selama beberapa hari, dan pengusirannya dari Partai Demokrat yang berkuasa.

Upaya Kim untuk meredakan kemarahan dengan permintaan maaf sehari setelah pertemuan tersebut tampaknya gagal.

Pertemuan tersebut diadakan untuk membahas potensi penggabungan antara provinsi tempat Kabupaten Jindo berada dan kota terdekat - sesuatu yang sedang dipertimbangkan oleh daerah-daerah dengan populasi yang menyusut karena alasan administratif.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari BBC, Senin, 9 Februari 2026, laporan media lokal menyebut

Kim mengatakan komentarnya dimaksudkan untuk menyoroti masalah populasi di daerah pedesaan tetapi mengakui bahasa yang digunakannya tidak pantas.

Menurut laporan media lokal, Provinsi Jeolla Selatan juga mengeluarkan permintaan maaf resmi atas pernyataan tidak pantas Kim, yang menurut mereka telah menyebabkan rasa sakit yang mendalam bagi rakyat Vietnam dan perempuan.

Kedutaan Besar Vietnam di Seoul telah mengutuk pernyataan Kim, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan di Facebook bahwa kata-katanya bukan hanya masalah ekspresi tetapi masalah nilai dan sikap terhadap perempuan migran dan kelompok minoritas.

Pihak berwenang Sri Lanka belum secara terbuka menanggapi kontroversi tersebut.

Dewan Tertinggi Partai Demokrat telah memilih dengan suara bulat untuk mengusir Kim, kata seorang juru bicara partai kepada wartawan pada hari Senin.

Sementara itu, para aktivis hak-hak perempuan dan migran dilaporkan berencana untuk mengadakan demonstrasi di depan Kantor Kabupaten Jindo pada hari Selasa terkait komentar Kim.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >