
UPdates - Satu personel Polres Katingan Kalimantan Tengah meninggal dunia dan dua anggota lainnya dinyatakan hilang setelah melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis, 2 Juli 2026 dini hari.
You may also like :
JK Bantah Jadi Donatur Kasus Ijazah Jokowi, Pengacara Lapor Bareskrim Hari Ini, Kubu Rismon Bilang AI
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan,” kata AKBP Dodik, dilansir Keidenesia.TV dari beritakalteng.com, Jumat, 3 Juli 2026.
Peristiwa tragis ini menurutnya bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terkait tindak pidana narkotika bernama Bio dan Busu.
Saat itu dilaporkan tim dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Katingan dan kemudian dibagi menjadi dua tim, yakni tim penindakan yang bergerak menuju rumah target dan tim pendukung yang bersiaga di sekitar lokasi sebagai unsur pendukung.
Aparat kemudian berhasil mengamankan Bio, salah seorang terduga pelaku.
Namun, situasi berubah ketika keluarga terduga pelaku secara tiba-tiba melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam ke para petugas.
Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku, bernama Teriyo (40) meninggal dunia.
Diungkapkan Kapolres, insiden tersebut kemudian memicu kedatangan warga lainnya yang ikut melakukan penyerangan terhadap para personel kepolisian yang sedang melaksanakan operasi.
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.
Dalam kejadian itu, Aipda Yudhi Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, meninggal dunia akibat luka senjata tajam.
Selain itu, dua personel lainnya yakni Ajun Inspektur Satu Sumaryanto dan Brigadir Dua Nopandri Ramadhana dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian dengan penyisiran di wilayah sungai serta lokasi sekitar kejadian.
Kapolres menambahkan, secara umum situasi di Desa Tumbang Kalemei telah kondusif. Sementara itu, keluarga terduga pelaku dilaporkan telah meninggalkan lokasi.
“Saat ini situasi sudah kondusif. Keluarga pelaku sudah kabur dari lokasi,” bebernya.
Ditambahkan Kapolres, saat ini 50 personel dari Polda Kalimantan Tengah juga sudah bergerak memberikan bantuan dan dukungan dalam penanganan peristiwa ini.
Sementara itu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri juga dilaporkan akan memberikan bantuan kepada Kepolisian Daerah Katingan, Kalimantan Tengah, dalam mengusut kasus tersebut, termasuk untuk mengusut sindikat narkoba yang menyerang polisi. Selain itu, tim dari Bareskrim juga akan membantu pengamanan wilayah.