
UPdates—Pengacara mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Krisna Murti menyebut kliennya telah menyetorkan 26 nama yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
You may also like :
Pemerintah Diskon Tiket Pesawat pada 24 Maret-7 April, Ini Masa Pembeliannya
Nama-nama besar itu sudah tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
You might be interested :
Viral Mobil Sultan HB X Disalip di Lampu Merah, Anak Buah Menko AHY Klarifikasi
Jumlah yang disampaikan Sony kepada penyidik baru sebagian dan tidak menutup kemungkinan daftar nama itu masih akan bertambah pada pemeriksaan lanjutan.
"Sudah kita sampaikan ke penyidik, sudah ada di BAP," kata Krisna sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu, 10 Juni 2026.
Krisna tidak mengungkapkan siapa saja sosok yang diduga terlibat dalam kasus korupsi MBG itu. Ia hanya mengatakan mereka-mereka yang terlibat berasal dari eksekutif, yudikatif maupun legislatif.
"Pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Terbanyak) legislatif. (Sementara) 26, kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja," tegasnya.
Sementara itu, Partai Demokrat mengeluarkan klarifikasi terkait pengaitan nama Ketua Umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam unggahan yang beredar di media sosial di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi program MBG. Demokrat menegaskan AHY tidak memiliki hubungan dengan Sony Sonjaya.
Demokrat menyampaikan klarifikasi menyusul beredarnya unggahan yang mencantumkan frasa '2 orang kolonel usulan AHY' dalam daftar nama yang dikaitkan dengan kasus tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyatakan AHY tidak mengenal sosok Sony Sonjaya. AHY tegas dia juga tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan yang bersangkutan.
"Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," kata Herzaky dalam keterangan tertulis yang dilansir Keidenesia.tv pada Rabu, 10 Juni 2026.
Herzaky menegaskan, AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya.
“Baik secara langsung maupun tidak langsung," tegas Herzaky.
Unggahan tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa 'AHY' maupun '2 orang kolonel'. Akan tetapi, jika yang dimaksud adalah Agus Harimurti Yudhoyono selaku ketua umum Partai Demokrat, Herzaky menyebut pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta.
Makanya, tanpa didukung fakta yang bisa diverifikasi, frasa '2 orang kolonel usulan AHY' menurut dia tidak dapat dikaitkan dengan AHY.
"Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," ujarnya.
Ditegaskan Herzaky, Partai Demokrat menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional.
“Namun, kami berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi," kata Herzaky.
Sebelumnya mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus korupsi tata kelola program MBG.