Muhammad Said Didu (Foto: Tangkapan Layar/YouTube)

Sebut MBG, Kopdes Merah Putih, dan BoP Jurang Menganga, Said Didu: Mohon Berhati-hati

25 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu memperingatkan pemerintah untuk berhati-hati pada tiga hal, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dan Board of Peace (BoP).

You may also like : ha5u9b4byaebqnwIsrael Resmi Gabung BoP, Netanyahu: Kami akan Terus Memperkuat Aliansi Israel dan AS

Peringatan itu disampaikan tokoh asal Sulsel tersebut dalam unggahan di akun X pribadinya, @msaid_didu, Rabu, 25 Februari 2026.

You might be interested : verrel dprTak Ingkar Janji, Gaji Setahun Artis Verrell Bramasta di DPR buat Sarapan Gratis Anak di Dapilnya

Bagi Said Didu, MBG, Kopdes Merah Putih dan BoP Gaza - Palestina menjadi jurang menganga yang akan berpotensi mengadang Indonesia.

“Mohon berhati-hati. Ada 3 (tiga) jurang menganga di depan : (1) pelaksanaan MBG, (2) pembentukan koperasi desa merah putih (KDMP), (3) BoP (Board of Peace) Gaza – Palestina,” tulis Said Didu sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.

Menurut Said Didu, kesalahan pengelolaan pada ketiga hal tersebut bisa berbahaya. Termasuk buat rezim yang berkuasa dan masyarakat.

“Jika salah kelola, maka bisa menarik kekuasaan dan rakyat ke dalam jurang,” tegasnya.

MBG, Kopdes Merah Putih, dan BoP memang mendapat banyak sekali sorotan beberapa pekan terakhir.

Di program MBG, sorotan terkini adalah menu yang disajikan SPPG di beberapa daerah selama Ramadan yang dianggap tidak mencerminkan esensi program.

Itu karena kualitas menu dinilai buruk dan tidak sesuai standar gizi yang digembor-gemborkan. Sejumlah pihak juga mulai menyoroti anggaran dan meminta audit.

Kemudian di program Kopdes Merah Putih, setelah masalah lahan yang sempat ramai, kini muncul persoalan mega proyek pengadaan 105 ribu armada untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih yang diimpor dari India.

PT Agrinas Pangan Nusantara secara resmi mengunci kontrak impor sebanyak 105 ribu unit kendaraan niaga asal India.

Nilai kontraknya sangat fantastis, mencapai Rp24,66 triliun. Rinciannya, 35.000 unit Scorpio Pick-Up produksi Mahindra & Mahindra serta 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck yang dipasok Tata Motors.

Kadin, buruh, hingga pimpinan DPR RI sudah berteriak lantang menolak dan meminta pembatalan, namun PT Agrinas Pangan Nusantara sudah telanjur membayar panjar dan bahkan 1.200 unit sudah tiba di Tanah Air.

Sedangkan BoP, keikutsertaan Indonesia dalam  dewan perdamaian yang diinisiasi Presiden AS, Donald Trump itu diprotes keras koalisi masyarakat sipil, pengamat hukum internasional, hingga YLBHI karena beberapa alasan fundamental.

Termasuk kehadiran Israel yang secara resmi bergabung pada 11 Februari 2026. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa bergabungnya Indonesia akan melegitimasi tindakan Israel terhadap Palestina, yang bertentangan dengan dukungan konsisten Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Juga ada kritik soal ketidakjelasan tujuan dan aturan BoP. Struktur BoP dinilai tidak jelas, di mana Donald Trump bertindak sebagai chairman pribadi (bukan sebagai Presiden AS) yang memiliki otoritas di atas kepala negara anggota. Selain itu, ada kekhawatiran Indonesia menjadi alat kepentingan AS-Israel.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >