Abu Janda (Foto: IST)

Sebut Warga Jabar dan Sumbar Barbar, Abu Janda Kembali akan Dilapor Polisi

25 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Abu Janda kembali membuat kontroversi dengan menyebut Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai wilayah intoleran dan barbar, yang memicu reaksi dari Ikatan Keluarga Minang (IKM).
  • IKM menilai ucapan Abu Janda sebagai kekeliruan besar yang menyesatkan dan siap menyeretnya ke jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Mabes Polri.
  • Abu Janda menyatakan bahwa wilayah Indonesia bagian barat memiliki sentimen anti-Kristen yang tinggi, terutama di Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara.
  • Sekretaris Jenderal DPP IKM, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mengkaji serius video pernyataan Abu Janda untuk membuat laporan resmi.
  • Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Hilmi Firdausi, memberikan dukungan untuk pelaporan Abu Janda dan menyerukan agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.
  • IKM juga menyatakan bahwa budaya toleransi di Ranah Minang sudah tumbuh sejak lama dan sangat kuat, sehingga menuduh masyarakat Sumbar anti-Kristen adalah sebuah kesalahan fatal.
  • Rencana pelaporan Abu Janda ke Mabes Polri diharapkan dapat segera dilaksanakan jika hasil rapat memutuskan untuk menempuh jalur hukum.
atau

UPdates—Belum kelar kasus laporan aliansi 40 ormas Islam yang melaporkannya ke Bareskrim bersama Ade Armando dan Grace Natalie terkait dugaan pemotongan video ceramah JK yang dinilai menghasut, Permadi Arya alias Abu Janda kembali bikin heboh.

You may also like : abu jandaHeboh Abu Janda Jadi Komisaris PT Jasamarga Toll Road Operation

Kali ini, ia melontarkan tudingan miring dengan menyebut Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai wilayah intoleran dan barbar.

Ikatan Keluarga Minang (IKM) lantas merespons tuduhan tersebut. Mereka menilai ucapan Abu Janda sebagai kekeliruan besar yang menyesatkan dan siap menyeretnya ke jalur hukum.

Kehebohan ini bermula dari pernyataan Abu Janda dalam sebuah forum yang menyoroti kasus intoleransi di Indonesia. Ia menyebut wilayah Indonesia bagian barat, memiliki sentimen anti-Kristen yang tinggi.

"Tiga tahun terakhir ini bapak-bapak, ibu-ibu, kristen fobia itu atau sentimen anti kristen-lah itu lumayan parah di negara kita, tidak di semua wilayah, wilayah tengah dan timur lumayan kondusif, banyak kasus intoleransi itu terjadi di Waktu Indonesia Bagian Barat atau di WIB, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara sama yang paling ujung saya tidak usah sebut namanya lah," kata Abu Janda dalam video yang menyebar luas dan viral sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.

Sosok kontroversial itu kemudian menyindir karakter masyarakat di wilayah Jawa Barat dan Sumatera Barat dengan pilihan kata yang dinilai sangat provokatif.

"Nah itu (kasus intoleran) yang satu di Jabar satu lagi di Sumbar, saya gak tahu nih yang ada barbar-nya ini. Saya juga aneh gitu yang ada barbar-nya kok banyak yang barbar gitu," tudingnya.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Tim hukum IKM menurutnya mengkaji serius video pernyataan tersebut untuk membuat laporan resmi ke Mabes Polri.

Ia menegaskan bahwa mereka mengkaji rencana laporan itu di Departemen Hukum pada Senin sore. Jika hasil rapat memutuskan untuk menempuh jalur hukum, laporan akan segera dilayangkan ke Mabes Polri, Selasa besok.

"Dan jika nanti akan mengambil langkah hukum, insyaallah besok kita akan bikin laporan ke Mabes Polri," katanya sebagaimana dilansir dari JawaPos.com, Senin, 25 Mei 2026.

Tokoh perantau Minang yang akrab disapa Levi ini menyayangkan pernyataan Abu Janda yang dinilai tidak bijak. Menurutnya, menuduh masyarakat Sumbar anti-Kristen adalah sebuah kesalahan fatal yang tidak berdasar dan sebuah kekeliruan besar.

Levi yang lahir dan besar di Padang bersaksi bahwa budaya toleransi di Ranah Minang sudah tumbuh sejak lama dan sangat kuat. Ia juga menyinggung sejumlah tokoh Sumbar yang punya andil besar pada Republik ini.

Menanggapi rencana melaporkan Abu Janda, cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Hilmi Firdausi memberikan dukungan.

“Saya dukung pelaporan ini. Semoga aparat penegak hukum mendengar keresahan masyarakat dan segera mengambil tindakan untuk Abu Janda. Siapapun bekingannya, harusnya semua sama di mata hukum,” tulisnya di X.

Sebelumnya, Gus Hilmi dalam cuitan terpisah mengecam Abu Janda.

“Ini Abu Janda sudah luar biasa jahat fitnahnya. Muslim di wilayah barat, khususnya Jabar dan Sumbar dibilang barbar, intoleran dll. Kalau narasi-narasi perpecahan seperti ini (yang memang khas Abu Janda) terus dibiarkan, tidak ada tindakan hukum terhadap yang bersangkutan, saya khawatir masyarakat akan mengambil tindakan sendiri. Sebaiknya segera tangkap Abu Janda demi kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia,” tegasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >