Ilustrasi. (foto:Freepik)

Sejarah Hari Ini, 1 April: Hari Penyiaran Nasional

1 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) diperingati setiap tanggal 1 April di Indonesia, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.
  • Pemilihan tanggal 1 April karena berdirinya Lembaga Penyiaran Radio milik pribumi pertama, Solosche Radio Vereeniging (SRV), pada tahun 1933.
  • Sejarah penyiaran di Indonesia dimulai pada tahun 1927 dengan menerima hadiah pesawat radio penerima dari seorang Belanda.
  • Deklarasi pertama Harsiarnas dilakukan pada tanggal 1 April 2010 di Surakarta, Jawa Tengah, yang diprakarsai oleh Hari Wiryawan.
  • Deklarasi tersebut meminta pemerintah untuk menetapkan tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional dan KGPAA Mangkunegoro VII sebagai Bapak Penyiaran Indonesia.
  • Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Penyiaran Nasional pada 2019, setelah deklarasi pertama pada 2010.
atau

UPdates - Setiap tanggal 1 April di Indonesia diperingati sebagai Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas).

You may also like : getty images (36)THE K-FACTS EPS 11: Fakta April Mop Terheboh Sepanjang Masa!

Hari peringatan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Hari Penyiaran Nasional.

Dilansir dari laman KPI, dipilihnya tanggal 1 April karena pada 1 April 1933 berdiri Lembaga Penyiaran Radio milik pribumi pertama (bangsa Indonesia) di Solo yaitu Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang diprakasai oleh KGPAA Mangkunegoro VII.

Awalnya, sejarah penyiaran di Indonesia (nusantara ketika itu) mulai berlangsung pada tahun 1927. Sejak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Sri Mangkoenegoro VII yang menerima hadiah dari seorang Belanda berupa pesawat radio penerima.

Kemudian pada 1 April 1933 berdiri sebuah lembaga penyiaran radio pertama milik Indonesia di Kota Solo bernama Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang didirikan Sri Mangkoenegoro VII. Tanggal berdirinya SRV ini kemudian dijadikan oleh para pencentus Harsiarnas sebagai hari lahirnya penyiaran nasional.

Proses penetapan Hari Penyiaran Nasional membutuhkan waktu yang cukup lama hingga ditetap oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu. Deklarasi pertama Harsiarnas dilakukan pada tanggal 1 April 2010 di Surakarta, Jawa Tengah.

Deklarasi tersebut diprakarsai oleh Hari Wiryawan yang ketika itu menjadi Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng dan didukung oleh berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, wakil rakyat, budayawan, akademisi, dan insan penyiaran. Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam deklarasi tersebut adalah maestro Keroncong Gesang dan penyanyi Waljinah.

Deklarasi tersebut merupakan sebuah usulan kepada pemerintah agar menetapkan dua hal penting. Pertama, agar tanggal 1 April yang merupakan hari lahirnya SRV ditetapkan sebagai Hari Penyiaran Nasional. Kedua, agar KGPAA Mangkunagoro VII ditetapkan sebagai Bapak Penyiaran Indonesia.

Setelah deklarasi tahun 2009, kemudian dilakukan deklarasi kedua tahun 2010 dengan usulan dan materi yang sama. Deklarasi Harsiarnas dilakukan pada tanggal 1 April 2010 di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta yang waktu itu juga dihadiri oleh Walikota Solo Joko Widodo.

 

Font +
Font -