Ilustrasi tanaman. (foto:Freepik/rawpixel.com)

Sejarah Hari Ini, 13 April: Hari Apresiasi Tanaman Internasional

13 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Hari Apresiasi Tanaman Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 13 April untuk mengungkapkan apresiasi terhadap tanaman dan membahas manfaatnya bagi lingkungan.
  • Peringatan ini membahas tentang berbagai manfaat tanaman, seperti meningkatkan kualitas udara, menciptakan habitat satwa liar kecil, dan membuat tempat tinggal lebih menarik secara visual.
  • Sejarah peringatan Hari Apresiasi Tanaman Internasional belum secara pasti diketahui, namun manusia telah terpikat oleh tumbuhan sejak munculnya peradaban kuno.
  • Pada abad ke-17, terjadi kolonisasi yang mengakibatkan peningkatan paparan terhadap berbagai spesies tumbuhan dan penyebaran tanaman eksotis ke berbagai negara.
  • Penemuan 'kotak Wardian' oleh dokter London Nathaniel Bagshaw Ward pada tahun 1930-an memungkinkan Inggris untuk mengimpor tanaman dengan mudah dan mengubah cara tanaman dibudidayakan di seluruh dunia.
  • Berkebun dan menanam menjadi hal yang umum pada abad ke-19 dan ke-20, dan orang-orang di seluruh dunia menanam tanaman eksotis dan asli di rumah dan kebun mereka.
  • Kecintaan yang luas terhadap lingkungan dan gaya hidup hijau membuat semakin banyak orang merangkul tanaman, yang bermanfaat bagi bumi.
atau

UPdates - Hari Apresiasi Tanaman Internasional (International Plant Appreciation Day) diperingati setiap tahun pada tanggal 13 April.

Pada hari ini, para pecinta tanaman di seluruh dunia berkumpul untuk mengungkapkan apresiasi mereka terhadap mesin penghasil oksigen hijau ini.

Disadur dari National Today, peringatan Hari Apresiasi Tanaman Internasional ini juga membahas berbagai manfaat yang diberikan tanaman bagi lingkungan, seperti meningkatkan kualitas udara, menciptakan habitat satwa liar kecil, dan membuat tempat tinggal lebih menarik secara visual.

Meskipun sejarah peringatan hari ini belum secara pasti diketahui, namun yang pasti, sejak munculnya peradaban kuno, manusia telah terpikat oleh tumbuhan.

Banyak situs arkeologi menunjukkan bukti adanya tumbuhan yang ditanam dalam pot, dan lukisan makam Mesir dari abad ke-16 berisi beberapa bukti paling awal tentang hortikultura hias dan desain lanskap.

Pada abad ke-17, terjadi kolonisasi, yang mengakibatkan peningkatan paparan terhadap berbagai spesies tumbuhan.

Para penjelajah membawa tanaman eksotis kembali ke tanah mereka untuk dibudidayakan, dan gagasan untuk menanam tanaman di dalam bangunan menjadi populer.

Pengenalan berbagai tanaman tropis dari negara-negara seperti Amerika Utara, Asia, Australia, dan Afrika oleh Inggris meningkatkan popularitas tanaman dalam ruangan dan mungkin memengaruhi penemuan berbagai alat berkebun.

Penemuan yang paling awal—dan pada saat itu, paling berpengaruh—adalah 'kotak Wardian,' sebuah kotak kaca tertutup yang sempurna untuk menanam dan mengangkut tanaman, yang diciptakan oleh dokter London Nathaniel Bagshaw Ward pada tahun 1930-an.

Penemuan Ward memungkinkan Inggris untuk mengimpor tanaman dengan mudah dan selamanya mengubah cara tanaman dibudidayakan di seluruh dunia.

Dahulu, tanaman hanya digunakan untuk menutupi permukaan di rumah-rumah kelas atas, tetapi pada abad ke-19 dan ke-20, semua orang mulai melakukannya.

Berkebun dan menanam menjadi hal yang umum, dan orang-orang di seluruh dunia menanam tanaman eksotis dan asli di rumah dan kebun mereka.

Tanaman pun turut mengalami peningkatan popularitas di dunia. Dahulu hanya menghiasi sudut-sudut rumah, taman, dan kebun, kini tanaman menempati posisi terhormat di mana pun ia dibudidayakan.

Kecintaan yang luas terhadap lingkungan dan gaya hidup hijau berarti semakin banyak orang yang merangkul tanaman, yang tentunya bermanfaat bagi bumi.

 

Font +
Font -