
UPdates - Hari Makanan Pedas Internasional atau International Hot and Spicy Food Day diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Januari.
You may also like :
Sejarah Hari Ini, 16 Januari: Hari Penerbit Buku
Disadur dari National Today, rempah-rempah telah dikonsumsi selama lebih dari 6.000 tahun untuk menambah cita rasa pada masakan dan karena berbagai manfaat kesehatannya.
Misalnya, rempah-rempah dapat melawan peradangan dan memiliki khasiat penyembuhan. Karena alasan inilah rempah-rempah menjadi populer di zaman kuno.
Orang Yunani kuno mengimpor rempah-rempah Timur seperti lada, cassia, kayu manis, dan jahe ke Mediterania karena rempah-rempah dan herba berperan dalam ilmu kedokteran.
Menurut beberapa sumber, sekitar tahun 460 hingga 377 SM, Hippocrates menulis tentang herba dan rempah-rempah yang meliputi saffron, kayu manis, thyme, ketumbar, mint, dan marjoram.
"Bapak Botani," demikian Theophrastus dikenal, dalam dua bukunya, menulis tentang 600 rempah dan herba pada periode antara 372 SM dan 287 SM.
Bangsa Romawi menciptakan kegunaan lain untuk rempah-rempah — mereka sering menggunakannya dalam anggur beraroma rempah dan balsem serta minyak beraroma rempah.
Beberapa rempah juga digunakan dalam tapal dan plester penyembuhan karena khasiat penyembuhannya. Kurkumin juga digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk mengobati kondisi seperti radang sendi, gangguan autoimun, sakit kepala, dan mual.
Itu belum semuanya. Capsaicin, komponen aktif cabai, diketahui dapat menghancurkan sel kanker. Sebuah studi tahun 2015 di AS dan Tiongkok menemukan bahwa mengonsumsi makanan pedas enam atau tujuh hari seminggu menurunkan angka kematian sebesar 14%.
Jadi ya, jika Anda tidak pernah menyukai makanan pedas, sudah saatnya Anda mengubah pola makan Anda. Percayalah, ini adalah keputusan yang akan Anda nikmati seumur hidup.