Ilustrasi. Hari Air Terjun Internasional. (foto:Pexels/Benjamin Farren)

Sejarah Hari Ini, 16 Juni: Hari Air Terjun Internasional

16 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Hari Air Terjun Internasional diperingati setiap tanggal 16 Juni untuk mengapresiasi keindahan alam dan menumbuhkan kesadaran lingkungan.
  • Peringatan ini dicetuskan pada tahun 2020 oleh Bob Matthews dan istrinya, pasangan penggemar wisata alam asal Rochester, New York.
  • Ide peringatan ini menyebar secara online dan kini menjadi tradisi tahunan bagi para pecinta alam dan fotografer di seluruh dunia.
  • Dokumentasi air terjun pertama di dunia dilakukan oleh Christopher Columbus pada 1493 saat menemukan Air Terjun Carbet di Guadeloupe.
  • Penjelajah terkenal Alexander von Humboldt mempopulerkan kajian ilmiah mengenai air terjun, yang kini dikenal dengan waterfallology, pada 1820-an.
  • Peringatan Hari Air Terjun Internasional menjadi momentum untuk menghargai air terjun spektakuler di dunia, seperti Angel Falls dan Niagara Falls.
  • Peringatan ini juga mengingatkan kita akan keindahan alam serupa yang ada di Nusantara dan pentingnya menjaga ekosistem air terjun.
atau

UPdates – Hari Air Terjun Internasional (International Waterfall Day) diperingati setiap tanggal 16 Juni.

You may also like : stunning polynesian landscapeSejarah Hari Ini, 16 Juni: Hari Air Terjun Internasional

Disadur dari awarenessdays.com, peringatan ini dicetuskan pada tahun 2020 oleh Bob Matthews dan istrinya, pasangan penggemar wisata alam asal Rochester, New York yang saat itu terpaksa menunda hobinya mengunjungi air terjun akibat pembatasan perjalanan di awal masa pandemi.

You might be interested : stunning polynesian landscapeSejarah Hari Ini, 16 Juni: Hari Air Terjun Internasional

Ide tersebut dengan cepat menyebar secara online dan kini menjadi tradisi tahunan bagi para pecinta alam dan fotografer di seluruh dunia.

Peringatan ini ditujukan untuk mengapresiasi keindahan alam, menumbuhkan kesadaran lingkungan, dan memahami pentingnya ekosistem air terjun.

Berdasarkan catatan sejarah, pada abad ke-15, dokumentasi air terjun pertama di dunia dilakukan oleh Christopher Columbus pada 1493 saat menemukan Air Terjun Carbet di Guadeloupe.

Pada 1820-an, penjelajah terkenal Alexander von Humboldt mulai mempopulerkan kajian ilmiah mengenai air terjun, yang kini dikenal dengan waterfallology.

Peringatan ini menjadi momentum untuk menghargai air terjun spektakuler di dunia—seperti Angel Falls di Venezuela atau Niagara Falls di perbatasan AS-Kanada—serta berbagai keindahan alam serupa yang ada di Nusantara.

 

Font +
Font -