Suasana saat demonstrasi di Metro Manila pada tahun 1986 yang kemudian dikenang sebagai People Power Revolution. (foto: Central Philippine University)

Sejarah Hari Ini, 25 Februari: Hari Revolusi Kekuatan Rakyat di Filipina

25 February 2026
Font +
Font -

UPdates - Hari Revolusi Kekuatan Rakyat atau People Power Revolution adalah hari libur penting yang diperingati setiap tahun di Filipina pada tanggal 25 Februari.

You may also like : quiet day 1 1200x834Sejarah Hari Ini, 25 Februari: Hari Hening

Disadur dari National Today, hari libur ini memperingati demonstrasi publik yang terjadi antara tanggal 22 dan 25 Februari 1986.

Pada periode tersebut, serangkaian demonstrasi damai terjadi di Metro Manila di sebuah jalan yang kini terkenal bernama Epifanio de los Santos Avenue, yang populer dikenal sebagai EDSA.

Demonstrasi tanpa kekerasan ini terjadi sebagai protes terhadap pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos yang represif dan tirani.

Selama 20 tahun pemerintahannya, ia mendeklarasikan darurat militer, dan tingkat kemiskinan di Filipina meroket. Pemerintahannya diwarnai dengan pelanggaran hak asasi manusia, kecurangan pemilu, dan kekerasan terhadap anggota oposisi.

Peristiwa utama yang memicu demonstrasi adalah pembunuhan Senator Benigno Aquino atau Ninoy Aquino oleh militer Filipina. Tindakan ini mengejutkan dan mendorong rakyat untuk bertindak. Selama tiga hari, orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di EDSA.

Suasananya sangat meriah, dengan kegiatan layaknya konser. Para pastor dan biarawati memimpin doa bersama, dan para penampil menghibur para hadirin.

Selama peristiwa ini, militer mulai membelot dan tidak mematuhi perintah pemerintah. Sebuah skuadron militer yang dikirim untuk menyerang kerumunan warga sipil di Camp Crane tidak mematuhi perintah dan mendaratkan helikopter di darat di tengah sorak sorai kerumunan.

Akhirnya, pada pagi hari tanggal 25 Februari 1986, di sebuah tempat bernama Club Filipino, janda mendiang Ninoy Aquino dilantik sebagai Presiden Filipina.

Sebagai tindakan simbolis, "Alkitab" yang digunakan untuk mengucapkan sumpah jabatan dipegang oleh ibu mertuanya, ibu dari Ninoy Aquino. Pada tengah malam, Marcos dan keluarganya meninggalkan Filipina dan tidak pernah kembali.

 

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >