UPdates - Hari Menceritakan Dongeng diperingati setiap 26 Februari. Meskipun terdengar sederhana, hari ini memberikan kesempatan untuk melepaskan sisi kanak-kanak dan menikmati kebahagiaan dengan melarikan diri sejenak dari kehidupan nyata.
Dikutip Keidenesia dari laman national Today, Selasa, 26 Februari 2025, asal usul Hari Menceritakan Dongeng sendiri masih belum jelas. Namun, jika menelusuri sejarah dongeng, kita akan teringat pada kisah-kisah Barat yang sudah ada sejak abad ke-6 SM.
Di balik tradisi ini, biasanya mengingat sosok Aesop, seorang pendongeng budak dari Yunani kuno yang menciptakan lebih dari 600 cerita pendek yang penuh dengan pesan moral, khususnya untuk anak-anak.
Fakta menarik yang perlu diketahui yakni asal-usul dongeng hingga kini menjadi misteri besar. Peneliti bahkan melacak jejak dongeng hingga ke Zaman Perunggu, jauh sebelum teks sastra muncul.
Dongeng dengan genre fantasi, berisi cerita tentang makhluk dan negeri khayalan yang indah, dengan plot yang menggambarkan kontras antara konflik dan kedamaian, baik dan buruk, bermoral dan tidak bermoral, terus bertahan melintasi budaya dan hambatan geografis.
Hal ini membuktikan, dongeng sudah ada jauh sebelum bahasa-bahasa modern seperti Inggris atau Prancis muncul. Hari Menceritakan Dongeng kini menjadi hari libur tidak resmi yang mendorong kita untuk merayakannya dengan membaca, menceritakan, atau mendengarkan dongeng dari berbagai belahan dunia.