Logo Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026. (foto:BKKBN)

Sejarah Hari Ini, 29 Juni: Hari Keluarga Nasional

29 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap tanggal 29 Juni berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014.
  • Sejarah Harganas berakar dari perjuangan pasca-kemerdekaan ketika para pejuang kembali berkumpul dengan keluarga pada 29 Juni 1949.
  • Tanggal 29 Juni juga menjadi titik awal dimulainya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional pada tahun 1970 untuk mengatasi tingginya angka pernikahan dini dan kematian ibu dan bayi.
  • Gerakan Keluarga Berencana (KB) dipelopori oleh Prof. Dr. Haryono Suyono dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) era Presiden Soeharto.
  • Pada tahun 2026, tema utama Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 adalah 'Ayah Wajib Hadir' untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan dan perencanaan keluarga.
  • Tema 'Ayah Wajib Hadir' juga disertai dengan pesan turunan 'Keluarga Tangguh, Inklusif dan Anak Terlindungi untuk Menciptakan Generasi Berkualitas' dalam rangkaian forum keluarga.
  • Kampanye ini dicanangkan oleh BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam keluarga.
atau

UPdates - Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap tanggal 29 Juni. Tanggal ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014.

You may also like : pexels hikaique 290621Prakiraan Cuaca Hari Ini, 29 Juni: Minggu Malam Hujan Ringan di Bone dan Wajo

Sejarah Harganas berakar dari perjuangan pasca-kemerdekaan. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 22 Juni 1949, para pejuang yang sebelumnya bergerilya dan terpisah dari keluarga akhirnya kembali berkumpul satu pekan kemudian, tepatnya pada 29 Juni 1949.

Tanggal 29 Juni juga menjadi titik awal dimulainya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional pada tahun 1970. Gerakan ini dipelopori oleh Prof. Dr. Haryono Suyono dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) era Presiden Soeharto untuk mengatasi tingginya angka pernikahan dini dan kematian ibu dan bayi.

Gagasan untuk menjadikan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional terus diperjuangkan hingga akhirnya mendapatkan payung hukum tetap melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014.

Pada tahun 2026, tema utama Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 adalah "Ayah Wajib Hadir".

Gerakan dan kampanye ini dicanangkan oleh BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan, tumbuh kembang anak, dan perencanaan keluarga. Selain itu, terdapat juga pesan turunan yang diusung dalam rangkaian forum keluarga, yakni "Keluarga Tangguh, Inklusif dan Anak Terlindungi untuk Menciptakan Generasi Berkualitas".

 

 

Font +
Font -