
UPdates - Hari Putri Duyung dirayakan setiap tahun pada tanggal 29 Maret. Hari ini diperuntukkan bagi para pecinta makhluk dongeng yang telah lama muncul dalam sastra, mitologi, musik, film, dan budaya pop.
You may also like :
Sejarah Hari Ini, 29 Maret: Hari Piano Sedunia
Ini adalah hari untuk membiarkan imajinasi melayang dan memanjakan kekaguman seseorang terhadap makhluk air ini.
Benarkah mereka ada, ataukah itu hanya fiksi? Apa pun jawabannya, kedalaman laut dipenuhi dengan misteri yang tak habis-habisnya.
Disadur dari National Today, keberadaan putri duyung pertama dalam budaya manusia dapat ditelusuri kembali ke tahun 1000 SM di Asyria, yang sekarang dikenal sebagai Suriah.
Dalam mitologi mereka, dewi kesuburan Atargatis menjadi putri duyung setelah menceburkan diri ke danau untuk melarikan diri dari kesedihan dan rasa malu karena membunuh kekasihnya.
Mitologi tersebut menjelaskan bagaimana Atargatis begitu cantik sehingga ia tidak dapat sepenuhnya mengubah dirinya menjadi ikan; sebaliknya, ia mempertahankan bentuk dan kecantikan femininnya di atas pinggang, tetapi kakinya sepenuhnya berubah menjadi ekor ikan.
Mitologi Yunani kemudian mengembangkan kisah dari Mitologi Asyria, yang mencakup kisah-kisah tentang nimfa laut, juga dikenal sebagai Nereid, dan duyung jantan, juga dikenal sebagai Triton.
Deskripsi asli putri duyung Asyria diwujudkan dalam Siren Yunani tetapi ditulis ulang sebagai memiliki sayap seperti burung daripada memiliki ekor seperti ikan.
Namun, bangsa Romawi menelusuri asal usul putri duyung dalam mitologi Asyria dengan mempertahankan deskripsi aslinya: wanita cantik seperti peri dengan ekor ikan. Ini menjadi interpretasi standar putri duyung hingga zaman modern.
Meskipun secara umum diterima sebagai produk fiksi dari berbagai mitologi yang ada, beberapa sejarawan mencatat penampakan putri duyung sungguhan di lautan.
Salah satunya adalah Christopher Columbus, yang dilaporkan melihat tiga putri duyung.
Namun, ia mengklaim bahwa mereka tidak secantik yang digambarkan dalam cerita-cerita mitos. Catatan penampakan lainnya termasuk dari bajak laut Inggris Edward Teach (juga dikenal sebagai Blackbeard).
Di zaman modern, konsep putri duyung telah sepenuhnya meresap ke dalam budaya populer di seluruh dunia.
Dari dongeng Hans Christian Andersen "Putri Duyung Kecil" hingga penggambaran regulernya dalam film dan televisi, putri duyung memang merupakan produk dari rasa ingin tahu dan ketertarikan manusia terhadap hal-hal yang belum diketahui.