
UPdates - Hari Peringatan untuk Semua Korban Perang Kimia atau Day of Remembrance for all Victims of Chemical Warfare setiap tahun diperingati pada tanggal 30 Desember.
Disadur dari laman National Today, peringatan hari ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diperingati untuk mengenang para korban perang kimia dan untuk menegaskan komitmen Organisasi Pelarangan Senjata Kimia terhadap perjuangan ini.
Peringatan hari ini juga bertujuan untuk mendorong upaya-upaya penghapusan penggunaan senjata kimia.
Senjata kimia pertama kali ditemukan pada tahun 1918 oleh seorang ahli kimia Jerman bernama Fritz Haber.
Ia terkenal karena menemukan proses Haber-Bosch yang mensintesis amonia dari gas nitrogen dan gas hidrogen, yang membantu dalam sintesis pupuk.
Penemuan ini digunakan dalam produksi pangan global dan menopang hampir separuh populasi dunia. Namun, ini bukan satu-satunya penemuan Haber yang mengubah hidup.
Selama Perang Dunia I, Haber menandatangani Manifesto Sembilan Puluh Tiga, di mana ia dan ilmuwan serta cendekiawan Jerman lainnya menyatakan dukungan mereka terhadap militer Jerman.
Haber mengembangkan dan menjadikan gas beracun sebagai senjata untuk digunakan dalam perang parit, serta masker dan filter gas untuk melindungi diri dari gas tersebut.
Jerman pertama kali menggunakan senjata kimia mereka di Belgia pada tahun 1915 dalam Pertempuran Ypres Kedua, melepaskan 168 ton gas klorin.
Sejak saat itu, Haber dan timnya terus bereksperimen dan mengembangkan lebih lanjut bahan kimia mereka agar lebih efektif.
Upaya ini kemudian dilanjutkan di Amerika di mana mereka mengembangkan gas yang melepaskan zat iritan, yang menyebabkan tentara melepas masker mereka dan terpapar gas tersebut.
Pada tahun 1992, sebuah perjanjian bernama Konvensi Senjata Kimia dirancang dan disahkan pada tahun 1997. Untungnya, sebagian besar negara telah sepakat untuk menghancurkan senjata kimia mereka.