Ilustrasi penderita bipolar. (foto:Freepik/ krakenimages.com)

Sejarah Hari Ini, 30 Maret: Hari Bipolar Sedunia

30 March 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Hari Bipolar Sedunia diperingati setiap tanggal 30 Maret, bertepatan dengan hari ulang tahun pelukis Belanda Vincent van Gogh yang didiagnosis menderita gangguan bipolar setelah kematiannya.
  • Gangguan bipolar bukanlah masalah modern, dan diagnosisnya sudah ada sejak Yunani kuno, dengan penyebutan paling awal tentang gangguan mental ini dapat ditemukan dalam literatur medis dokter Hippokrates.
  • Pemahaman konseptual modern tentang gangguan bipolar muncul pada abad ke-19, dengan deskripsi independen tentang gangguan bipolar dipresentasikan oleh ahli neurologi Prancis Jules Baillarger dan psikiater Prancis Jean-Pierre Falret.
  • Istilah 'gangguan bipolar' belum diciptakan saat itu, sehingga Baillarger menyebut penyakit itu sebagai 'folie à double forme' dan Falret menyebutnya 'folie circulaire'.
  • Gangguan bipolar lebih umum daripada yang kita kira, dengan perubahan suasana hati yang ekstrem seringkali tidak disadari atau dianggap sebagai masalah temperamen.
  • Penderita penyakit mental ini menjalani kehidupan yang terganggu, karena gangguan tersebut memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi, namun pengobatan dan konseling yang ekstensif dapat membantu dalam perawatan.
  • International Bipolar Foundation (IBPF) didirikan pada tahun 1999 untuk meneliti gangguan bipolar dan membantu orang-orang yang menderita gangguan tersebut.
atau

UPdates - Hari Bipolar Sedunia diperingati setiap tanggal 30 Maret, bertepatan dengan hari ulang tahun pelukis Belanda Vincent van Gogh — salah satu seniman paling berpengaruh dalam sejarah seni Barat. Kreativitasnya beriringan dengan penyakit mentalnya dan ia didiagnosis menderita gangguan bipolar setelah kematiannya.

Disadur dari National Today, Hari Bipolar Sedunia adalah inisiatif dari International Society for Bipolar Disorders (ISBD) yang bermitra dengan International Bipolar Foundation (IBPF) dan Asian Network of Bipolar Disorders (ANBD).

Gangguan bipolar bukanlah masalah modern, dan diagnosisnya sudah ada sejak Yunani kuno. Penyebutan paling awal tentang gangguan mental ini dapat ditemukan dalam literatur medis dokter Hippokrates, yang sering disebut sebagai "bapak kedokteran." Ia mendokumentasikan temuannya tentang dua suasana hati yang berlawanan — yang sekarang dikenal sebagai depresi dan mania.

Pemahaman konseptual modern tentang gangguan bipolar muncul pada abad ke-19.

Deskripsi independen tentang gangguan bipolar dipresentasikan kepada Académie de Médecine di Paris pada tahun 1854 oleh ahli neurologi Prancis Jules Baillarger dan psikiater Prancis Jean-Pierre Falret.

Istilah 'gangguan bipolar' belum diciptakan saat itu, sehingga Baillarger menyebut penyakit itu sebagai 'folie à double forme,' yang berarti kegilaan bentuk ganda, dan Falret menyebutnya 'folie circulaire,' yang berarti kegilaan melingkar.

Pada tahun 1999, International Bipolar Foundation (IBPF) didirikan, dan sejak saat itu telah meneliti gangguan bipolar dan membantu orang-orang yang menderita gangguan tersebut. Gangguan bipolar lebih umum daripada yang kita kira.

Perubahan suasana hati yang ekstrem seringkali tidak disadari atau dianggap sebagai masalah temperamen, padahal penderita sebenarnya sedang mengalami gelombang mania atau depresi.

Penderita penyakit mental ini menjalani kehidupan yang terganggu, karena gangguan tersebut memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi. Untungnya, pengobatan dan konseling yang ekstensif dapat membantu dalam perawatan.

Hidup dengan gangguan bipolar bukanlah hal mudah, tetapi, seperti kata Van Gogh sendiri, "Awalnya mungkin lebih sulit daripada apa pun, tetapi tetaplah bersemangat, semuanya akan baik-baik saja."

 

 

Font +
Font -