
UPdates - Hari Kemerdekaan Malaysia yang dikenal sebagai Hari Merdeka, diperingati setiap tanggal 31 Agustus untuk merayakan momen deklarasi kemerdekaan Federasi Malaya dari penjajahan Inggris pada tahun 1957.
You may also like :
26-31 Agustus Malaysia Tutup Ruang Udara di Sekitar Bandara, Ini Alasannya
Perjuangan ini dipimpin oleh Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri pertama Malaysia, yang secara ikonik meneriakkan kata "Merdeka!" sebanyak 7 kali di Stadion Merdeka, Kuala Lumpur.
Perjalanan Malaysia menuju kemerdekaan melewati beberapa fase penting.
Pada era kolonialisme, Semenanjung Malaya awalnya dijajah secara bergantian oleh Portugis (1511), Belanda (1641), hingga akhirnya Inggris mulai menancapkan pengaruhnya sejak tahun 1786.
Pada periode 1941–1945, Jepang sempat menguasai Malaya pada Perang Dunia II. Setelah Jepang menyerah, Inggris kembali dan menghadapi pemberontakan dari Partai Komunis Malaya (PKM) yang memicu periode Darurat Malaya (1948–1960).
Rencana Inggris membentuk Malayan Union mendapat perlawanan ketat dari kaum nasionalis Melayu melalui organisasi UMNO karena dinilai mengikis hak istimewa orang Melayu dan kekuasaan sultan. Sebagai gantinya, dibentuklah Federasi Malaya pada tahun 1948.
Tunku Abdul Rahman kemudian membentuk Parti Perikatan yang menyatukan kaum Melayu, Tionghoa, dan India. Koalisi ini meyakinkan Inggris bahwa Malaya siap memerintah sendiri, sehingga ditandatanganilah Perjanjian London pada 8 Februari 1956 yang menjanjikan kemerdekaan.
Tepat pada 31 Agustus 1957, upacara resmi penyerahan kekuasaan dilakukan di Stadion Merdeka, Kuala Lumpur.
Dokumen Pemasyhuran Kemerdekaan dibacakan dalam dua bahasa (Melayu Jawi dan Inggris). Bendera Inggris (Union Jack) diturunkan, digantikan dengan bendera Federasi Malaya, serta lagu kebangsaan Negaraku pertama kali dikumandangkan secara resmi.