Logo Harlah 100 Tahun NU versi Masehi 2026. (Foto: dok PBNU)

Sejarah Hari Ini, 31 Januari: Hari Lahir Nahdatul Ulama

31 January 2026
Font +
Font -

UPdates – Hari lahirnya Nahdatul Ulama (NU) diperingati setiap tahun di Indonesia pada tanggal 31 Januari.

You may also like : pandji xPolda Proses Pelaporannya, Sutradara "Agak Laen" Mendoakan, Pandji Pragiwaksono Santai?

Dilansir dari NU Online, NU dideklarasikan oleh para ulama pesantren, tepatnya pada 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H.

You might be interested : images (10)Sejarah Hari Ini, 31 Januari: Hari Lahir Nahdlatul Ulama

Sejarah Singkat NU Berdiri

Berdirinya NU melibatkan ikhtiar batin para kiai, di antaranya KH Cholil Bangkalan, KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH As’ad Syamsul Arifin, dan lainnya.

Akhir 1925 santri As’ad kembali diutus Kiai Cholil untuk mengantarkan seuntai tasbih lengkap dengan bacaan Asmaul Husna (Ya Jabbar, Ya Qahhar. Berarti menyebut nama Tuhan Yang Maha Perkasa) ke tempat yang sama dan ditujukan kepada orang sama yaitu Kiai Hasyim Asy'ari.

Kala itu, setibanya di Tebuireng, santri As’ad menyampaikan tasbih yang dikalungkan oleh dirinya dan mempersilakan KH Hasyim Asy’ari untuk mengambilnya sendiri dari leher As’ad.

Bukan bermaksud As’ad tidak ingin mengambilkannya untuk Kiai Hasyim Asy’ari, melainkan dia tidak ingin menyentuh tasbih sebagai amanah dari KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari.

Sebab itu, tasbih tidak tersentuh sedikit pun oleh tangan As’ad selama berjalan kaki dari Bangkalan ke Tebuireng.

Setelah tasbih diambil, Kiai Hasyim Asy’ari bertanya kepada As’ad: “Apakah ada pesan lain lagi dari Bangkalan?”

Kontan As’ad hanya menjawab: “Ya Jabbar, Ya Qahhar”, dua asmaul husna tersebut diulang oleh As’ad hingga tiga kali sesuai pesan sang guru.

Setelah mendengar lantunan itu, Kiai Hasyim Asy’ari kemudian berkata, “Allah SWT telah memperbolehkan kita untuk mendirikan jam’iyyah”. (Choirul Anam, 2010: 72)

Petunjuk sebelumnya, pada akhir 1924 santri As’ad diminta oleh Kiai Cholil untuk mengantarkan sebuah tongkat ke Tebuireng.

Penyampaian tongkat tersebut disertai seperangkat ayat Al-Qur’an Surat Thaha ayat 17-23 yang menceritakan Mukjizat Nabi Musa as.

Awalnya, KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971) sekitar tahun 1924 menggagas pendirian Jam’iyyah yang langsung disampaikan kepada Kiai Hasyim Asy’ari untuk meminta persetujuan.

Namun, Kiai Hasyim tidak lantas menyetujui terlebih dahulu sebelum ia melakukan shalat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT.

Sikap bijaksana dan kehati-hatian Kiai Hasyim dalam menyambut usulan Kiai

Wahab juga dilandasi oleh berbagai hal, di antaranya posisi Kiai Hasyim saat itu lebih dikenal sebagai Bapak Umat Islam Indonesia (Jawa).

Kiai Hasyim juga menjadi tempat meminta nasihat bagi para tokoh pergerakan nasional.

Peran kebangsaan yang luas dari Kiai Hasyim Asy’ari itu membuat ide untuk mendirikan sebuah organisasi harus dikaji secara mendalam.

Hasil dari istikharah Kiai Hasyim Asy’ari dikisahkan oleh KH As’ad Syamsul Arifin.

Kiai As’ad mengungkapkan, petunjuk hasil dari istikharah Kiai Hasyim Asy’ari justru tidak jatuh di tangannya untuk mengambil keputusan, melainkan diterima oleh KH Cholil Bangkalan, yang juga guru Kiai Hasyim dan Kiai Wahab.

Dari petunjuk tersebut, Kiai As’ad yang ketika itu menjadi santri Kiai Cholil berperan sebagai mediator antara Kiai Cholil dan Kiai Hasyim.

Ada dua petunjuk yang harus dilaksanakan oleh Kiai As’ad sebagai penghubung atau washilah untuk menyampaikan amanah Kiai Cholil kepada Kiai Hasyim.

Dari proses lahir dan batin yang cukup panjang tersebut menggambarkan bahwa lika-liku lahirnya NU tidak banyak bertumpu pada perangkat formal sebagaimana lazimnya pembentukan organisasi.

NU lahir berdasarkan petunjuk Allah SWT. Nampak di sini, fungsi ide dan gagasan tidak terlihat mendominasi, meskipun tetap menjadi alasan penting.

Faktor penentu adalah konfirmasi kepada Allah SWT melalui ikhtiar lahir dan batin.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa berdirinya NU merupakan rangkaian panjang dari sejumlah perjuangan.

Karena berdirinya NU merupakan respons dari berbagai problem keagamaan, peneguhan mazhab, serta alasan-alasan kebangsaan dan sosial-masyarakat.

Pendirian NU digawangi oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Sebelumnya para kiai pesantren telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Wathan atau Kebangkitan Tanah Air pada 1916 serta Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar pada 1918.

Kiai Wahab Chasbullah sebelumnya, yaitu 1914 juga mendirikan kelompok diskusi yang ia beri nama Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran, ada juga yang menyebutnya Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran.

Dengan kata lain, NU adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, namun dengan cakupan dan segmen yang lebih luas.

Tahun ini, peringatan Hari Lahir NU yang genap berusia 100 tahun pada 31 Januari 2026 dan mengusung tema peringatan, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.”

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

ga warren buffett 20210203 0001

Warren Buffett

"Kejujuran adalah hadiah yang sangat mahal. Jangan berharap dari orang-orang murahan."
Load More >