
UPdates—Seorang warga Amerika yang terekam sedang melakukan manuver Heimlich pada anak angkatnya disalahpahami sebagai pelaku pelecehan anak oleh massa yang marah.
You may also like :
Bongkar Kebohongan Pentagon, Tentara AS yang Selamat dalam Serangan Mematikan Iran di Kuwait Sebut Drone Tiba-Tiba Muncul Setelah Alarm Aman
Sebuah video yang diambil oleh seorang wanita di Bogota utara tampaknya menunjukkan pria asal Texas itu menggendong seorang anak di balkonnya pada hari Sabtu.
You might be interested :
Calon Presiden Kolombia Miguel Uribe Ditembak Remaja 15 Tahun
Dalam klip viral tersebut, wanita itu berteriak kepadanya. “Dia melecehkan anak itu, lepaskan dia!” teriaknya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Rabu, 17 Juni 2026.
Mendengar suara wanita itu, beberapa orang lainnya berteriak memanggil polisi.
Pria itu melihat ke arah orang-orang yang berteriak dan kemudian membawa anak itu masuk ke dalam.
Dia dengan cepat dikelilingi oleh massa yang marah yang mencoba menerobos masuk ke kompleks apartemen. Protes terbentuk di luar lobi menara sehingga dia tidak dapat melarikan diri sebelum pihak berwenang tiba.
Polisi dipanggil dan menangkapnya atas dugaan pelecehan anak, mengawalnya melewati kerumunan yang berteriak-teriak akibat penyalahgunaan wisata seks anak di negara tersebut.
Pria berusia 36 tahun itu awalnya dituduh melakukan kekerasan terhadap seorang anak laki-laki berusia 7 tahun.
Namun kemudian terungkap bahwa pria asal Texas itu sebenarnya berusaha mencegah anak angkatnya tersedak makanan hingga meninggal.
Kasus ini menjadi perhatian publik. Bahkan, Presiden Kolombia, Gustavo Petro secara langsung memberikan pernyataan.
“Saya harus memberi tahu masyarakat Kolombia karena komitmen saya adalah pada kebenaran, bahwa warga negara Amerika keturunan Texas, yang ditangkap di sebuah apartemen di Bogotá utara, ternyata tidak melakukan kekerasan terhadap anak angkatnya di Kolombia,” ujarnya.
Presiden menjelaskan awal kejadian itu. “Ia membawanya ke balkon karena tersedak akibat makan makanan yang tidak tepat. Gambar-gambar tersebut menipu warga Kolombia yang berbondong-bondong membela anak tersebut,” jelasnya.
Walikota Carlos Galan dalam sebuah unggahan di X mengatakan, tiga anak ditemukan oleh pihak berwenang ketika mereka memasuki apartemen dan dibawa ke pusat medis untuk dievaluasi.
Badan perlindungan anak negara Kolombia mengkonfirmasi bahwa ketiga anak tersebut sekarang berada dalam perawatan mereka.
Presiden mengatakan anak-anak tersebut kini telah menjadi korban akibat tindakan massa.
Ia juga memperingatkan bahwa AI telah menghasut massa dan bahwa Kolombia akan rentan terhadap manipulasi dari kekuatan asing, terutama selama pemilihan Presiden.