
UPdates—September yang kelabu bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tiga hari pertama September, 2.320 siswa, santri, guru, hingga bayi diduga keracunan setelah menyantap makanan program MBG.
You may also like :
Ada yang Diare Sampai 7 Kali, Toilet tak Bisa Tampung, 750 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Keracunan MBG
Rentetan kejadian dimulai dari Sidoarjo, Jawa Timur pada 1 September. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmita Herawati mengatakan ada 730 orang yang diduga keracunan usai menyantap menu MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, dan sejumlah sekolah di Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
You might be interested :
Ratusan Siswa dari 2 SMPN di Makale Tana Toraja Diduga Keracunan Menu MBG
Lakhsmita Herawati kepada awak media mengatakan angka tersebut merupakan data pasien yang berhasil dihimpun, baik yang masuk ke rumah sakit maupun yang melaporkan diri saat berobat ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti dokter praktik swasta, bidan, maupun Puskesmas.
Selanjutnya, di Agam, Sumatera Barat, ada 334 siswa, guru, dan balita yang diduga mengalami keracunan MBG pada 2 September.
Rentetan kejadian dugaan keracunan bermunculan pada Kamis, 3 September 2026. Dimulai dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan, setidaknya 150 siswa dan guru dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale mengalami diare dan muntah-muntah.
Setelah itu, muncul kasus 750 murid dan guru SMAN 1 Lasem Rembang, Jawa Tengah yang mengalami diare massal yang diduga kuat akibat keracunan MBG.
Insiden berikutnya terjadi di Jombang, Jawa Timur. Sebanyak 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh keracunan massal.
Kepala SMPN 1 Kabuh Suprihadiono menjelaskan, saat sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Kamis pagi banyak siswa yang izin ke kamar mandi untuk buang air besar (BAB).
Kecurigaan bahwa terjadi keracunan MBG pun muncul. Pada Kamis pagi, 81 siswa SMPN 1 Kabuh dilarikan ke Puskesmas Kabuh, Klinik Pratama Ploso dan Klinik Asy Syifa Ploso.
Sedangkan 175 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh menjalani pengobatan mandiri sejak kemarin. Sehingga total korban keracunan MBG di sekolah ini mencapai 256 siswa dan guru.
Masih di Jawa Timur, sebanyak 100 pelajar di Kabupaten Nganjuk diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, atau pada Rabu, 2 September.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak mengkonfirmasi angka itu. Menurutnya, selain di SMAN 3 Nganjuk, peristiwa juga terjadi di SD di wilayah tersebut.
Selengkapnya, berikut kasus dugaan keracunan MBG September ini sebagaimana dihimpun Keidenesia.tv, Kamis, 3 September 2026:
Sidoarjo: 730 santri/siswa (1 September)
Agam: 334 siswa, guru dan balita (2 September)
Nganjuk: 100 siswa (3 September)
Tana Toraja: 150 siswa dan guru (3 September)
Rembang: 750 siswa (3 September)
Jombang: 256 siswa (3 September)
Total korban: 2.320 Orang