
UPdates—Banjir bandang dan tanah longsor kembali melanda Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Kamis, 1 Januari 2026.
You may also like :
Banjir Monsun Terjang Pakistan, 321 Orang Tewas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatra Barat menyebut banjir bandang itu terjadi dini hari tadi.
You might be interested :
Terobos Jalan Tertutup Lumpur dengan Motor Trail, Wapres Gibran: Warga Sumatera tidak Sendiri
"Banjir bandang disertai bunyi gemuruh di hulu Sungai Muaro Pisang. Ini terjadi sekitar pukul 01.45 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur dalam keterangannya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.
Akibat banjir bandang itu, akses jalan provinsi Lubuk Basung–Maninjau tepatnya di sekitar kawasan BRI Lama, Pasar Maninjau tidak bisa dilalui kendaraan. Hal tersebut disebabkan tertutupnya badan jalan oleh material longsor berupa batu, kayu, dan lumpur.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Instagram BPBD Kabupaten Agam, Camat Tanjung Raya, Al Hafid, menyampaikan bahwa longsor dipicu oleh kondisi cuaca dan mengakibatkan tertutup totalnya akses jalan pada titik tersebut.
Pengguna jalan pun diimbau agar tidak melintas dan mencari jalur alternatif hingga proses pembersihan selesai dilakukan.
Abdul Ghafur menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam merespons cepat kejadian tersebut dengan menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.
Bantuan yang didistribusikan ke Nagari Maninjau meliputi tenda keluarga, tendon air, masaji, serta logistik lainnya.
Dalam peristiwa longsor tersebut tidak terdapat korban jiwa. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas sektor guna percepatan penanganan dan pemulihan kondisi di lokasi kejadian
Banjir bandang yang diawali suara gemuruh ini membuat masyarakat berhamburan keluar rumah. Warga yang tinggal di sepanjang sungai mengungsi ke sekolah, rumah warga, dan lokasi aman lainnya setelah rumah mereka digenangi material lumpur dan bebatuan.
Ia mengakui banjir bandang tersebut akibat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Rabu, 31 Desember malam.
Material bekas tanah longsor di hulu sungai turun dan mengakibatkan sungai meluap.
Sebelumnya banjir bandang sudah beberapa kali terjadi di daerah tersebut. Makanya, ia mengimbau warga yang tinggal di sepanjang sungai dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi dengan segera mengungsi atau tidak melewati daerah itu.
Agam merupakan salah satu wilayah terparah yang terkena dampak banjir bandang dan longsor November lalu.
Sebagaimana dilansir dari data BNPB, total 192 warga Agam meninggal dunia. Selain itu, ada 38 orang yang dilaporkan hilang dan 4,3 ribu warga terpaksa mengungsi.