
UPdates—Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengumumkan PBNU akan segera menggelar Mukhtamar.
You may also like :
Ketua PBNU Gus Yahya Melawan, Ogah Mundur dan Sebut Rapat Harian Syuriyah tak Bisa Memecatnya
Rapat pleno PBNU ini dilakukan setelah KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dipecat dan tidak lagi menjabat sebagai ketua umum (ketum) organisasi Islam terbesar dunia tersebut.
Terhitung sejak Rabu, 26 November 2025, Gus Yahya sudah tidak menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Pencopotan Ketua Umum PBNU tersebut dilakukan setelah rapat pada Kamis, 20 November 2025.
Berdasarkan keputusan rapat tersebut, saat ini, kepemimpinan PBNU berada di bawah kendali Miftachul Akhyar selaku Rais Aam.
"Bahwa terhitung mulai tanggal 26 November 2025 Pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU," kata Miftachul Akhyar di Kantor PWNU Jatim pada Sabtu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Minggu, 30 November 2025.
Setelah pemecatan itu, Gus Yahya tidak berhak lagi menggunakan atribut PBNU. “Dan tidak memiliki kewenangan sebagai Ketua Umum PBNU," tegasnya.
Terkait mukhtamar, KH Miftachul Akhyar memastikan akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, ia belum menyebut waktu atau tempat pelaksanaan.
"Untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu segera," jelas Miftachul Akhyar.
Selain soal mukhtamar, Miftachul Akhyar juga mengungkap rencana membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk merespons sejumlah informasi yang berkembang di berbagai media.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan temuan audit keuangan internal PBNU yang mengungkap serangkaian aliran dana masuk dan keluar yang melibatkan Mardani H. Maming, mantan Bendahara Umum PBNU sekaligus eks Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Dokumen tersebut menunjukkan dugaan aliran dana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp100 miliar ke rekening PBNU pada 2022, selain sejumlah transaksi besar lainnya melalui rekening Bank Mandiri PBNU yang dikendalikan Maming.
"Setelah mencermati dinamika di masyarakat, termasuk berbagai informasi dan opini di media arus utama dan media sosial, kami memberikan perhatian secara khusus," jelas Miftachul Akhyar.
Nantinya, TPF akan melakukan investigasi secara menyeluruh, utuh, dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang.
"Kami akan menugaskan Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Miftachul Akhyar menekankan pentingnya mengedepankan kepentingan organisasi. "Sesuai dengan nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama, menjadi sangat penting bagi semua pihak untuk mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi," tegasnya.
Kepada warga NU, Miftachul Akhyar mengajak mereka ikut membantu dengan doa agar permasalahan yang terjadi di PBNU saat ini bisa segera mendapatkan jalan keluar terbaik.