
UPdates—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali menuai kecaman. Setelah sebelumnya seorang pegawai SPPG di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dipecat setelah viral menyindir penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai rakyat jelata yang kurang bersyukur, kini muncul video lain yang lebih mengecewakan.
You may also like :
Berterima Kasih ke Hamas, Sandera Israel: Saya Sangat Marah pada Pemerintah Israel
Diduga untuk mengangkat citra MBG, SPPG Sidanegara 2 Cilacap menjadikan penderitaan rakyat Palestina sebagai bahan konten.
You might be interested :
Hanya Tidur 1 Jam, Sopir Mobil MBG Jadi Tersangka, Terancam Bui 5 Tahun Usai Seruduk Siswa
Video warga Gaza yang kelaparan, berebut makanan, dan menangis dikompilasi dengan menu-menu yang disiapkan SPPG tersebut.
Unggahan itu pun menuai kecaman publik dan akun Instagram milik SPPG tersebut langsung menghilang. Meski begitu, videonya sudah telanjur menyebar dan dibagikan di mana-mana.
Ustaz Hilmi Firdausi yang turut membagikan video itu di akun X pribadinya, @Hilmi28 menyebut apa yang dilakukan SPPG itu sudah sangat keterlaluan dan sama sekali tidak peka terhadap penderitaan rakyat Palestina.
“Ya Rabb...konten apa ini? Tone deaf sekali...Astaghfirullah. Janganlah kalian mengeksploitasi penderitaan rakyat Gaza hanya utk memoles citra program MBG dgn mengajarkan arti syukur. Kondisi Palestina sangat berbeda dgn Indonesia. Btw, kalau kalian mau buat banyak dapur MBG di Gaza saya dukung 1000%,” tulis Ustaz Hilmi sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Rabu, 18 Maret 2026.
Warganet tak kalah murka. Mereka menuding SPPG saat ini sudah mulai sombong dan belagu.
“Kenapa program ini malah bikin sok, sombong, gak ada empati, belagu orang-orang yang terlibat di dalamnya ya,” komentar Widya Darma dengan akun X bernama @RSudharmad14290.
Pemilik akun @Dj_Asphury juga mengeritik pedas. “Astaghfirullahal'aziim. Semakin hari postingan dari orang2 MBG ini semakin menyakiti rakyat aja ..kagak ada edukasinya...itu konten isinya cuma mengejek bukan edukasi dari rasa syukur,” kecamnya.
Yang lain menyoroti banyaknya masalah program MBG. Termasuk kualitas menu yang dianggap tidak sesuai harapan.
Netizen lain menyebut itu video propaganda untuk menyebar narasi bahwa kebutuhan perut adalah segala-galanya agar program ini terus berlanjut. Sementara yang lain menyinggung pola berulang yakni viral, minta maaf, dipecat, lalu masalahnya dilupakan.
Sebelumnya, pegawai SPPG di Kabupaten Purbalingga bernama Dyah Fatmi Asih mengunggah foto sejumlah karyawan SPPG saat tengah berpose melakukan peregangan di status WhatsApp.
Dalam cerita yang ia unggah, Dyah menuliskan caption: “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur, ehhh.”
Tangkapan layar unggahan tersebut lantas menyebar dan menjadi viral hingga muncul video editan menggunakan Kecerdasan Buatan (KB). Ia pun akhirnya minta maaf dan dipecat.