Ilustrasi petugas haji 2026. (foto:Dok.Kemenhaj RI)

Siap-Siap, Kemenhaj Terapkan Diklat Semi-Militer Bagi Calon Petugas Haji 2026

1 January 2026
Font +
Font -

UPdates - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan pola pendidikan dan latihan (Diklat) terpadu dengan pendekatan semi-militer bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Melalui skema ini, para petugas akan mengikuti pelatihan intensif layaknya pendidikan barak.

Pelatihan dirancang dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan, sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pembinaan petugas haji yang profesional dan memiliki daya tahan tinggi di lapangan.

Anggota Tim Kelompok Kerja (Pokja) Diklat PPIH 2026, Letkol Arm Tulus Widodo, menjelaskan bahwa agenda pembahasan saat ini difokuskan pada pemaparan konsep dan skema pelatihan khusus bagi calon PPIH Arab Saudi.

“Agenda hari ini adalah presentasi di hadapan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI. Kami menyiapkan pendidikan dan latihan khusus bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M,” ujar Tulus, dikutip dari laman NUOnline, Kamis, 1 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ke depan akan difokuskan pada pembinaan jasmani (Binjas) sebagai faktor utama penunjang pelaksanaan tugas petugas haji, dengan kesehatan sebagai aspek yang paling fundamental.

“Faktor utama dalam mendukung pelaksanaan tugas PPIH adalah kesehatan. Karena itu, kegiatan Binjas kami susun secara terprogram dan terarah sesuai arahan Bapak Menteri,” lanjutnya.

Menurut Tulus, tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, hingga latihan baris-berbaris. Seluruh rangkaian tersebut diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab petugas.

“Pelatihan ini dapat dikatakan menggunakan pendekatan semi-militer. Namun perlu ditegaskan, ini bukan untuk menjadikan petugas sebagai militer, melainkan membentuk karakter, disiplin, dan rasa bangga dalam menjalankan tugas sebagai pelayan jemaah,” tegasnya.

Ia berharap, penyelenggaraan ibadah haji di bawah Kementerian Haji dan Umrah RI pada 1447 H/2026 M dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan pelatihan ini, kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pelayanan maksimal yang dibekali attitude, skill, dan knowledge. Harapannya, petugas mampu melayani jemaah dengan senyum, salam, dan sapa (3S),” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menegaskan bahwa kesiapan fisik menjadi perhatian khusus dalam Diklat PPIH tahun ini.

“Selain mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing, petugas haji harus memiliki kesiapan fisik yang memadai. Tanpa fisik yang kuat, petugas akan kesulitan menghadapi berbagai persoalan di lapangan,” jelasnya.

Chandra menambahkan, Diklat PPIH 2026 tidak hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga memperkuat pengetahuan, kesiapsiagaan, serta mitigasi risiko yang mungkin dihadapi selama operasional haji.

“Kami lengkapi petugas dengan pengetahuan tambahan untuk mengantisipasi berbagai kondisi di lapangan. Namun yang paling kami tekankan adalah bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani jemaah,” tegasnya.

Menurutnya, disiplin yang dibangun melalui Diklat PPIH merupakan disiplin yang berorientasi pada pelayanan. Petugas diharapkan benar-benar memahami tujuan utama mereka bertugas, yakni memberikan pelayanan terbaik dan perlindungan optimal bagi jemaah haji.

“Dengan konsep Diklat barak dan pendekatan semi-militer ini, Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan komitmennya dalam menyiapkan petugas haji yang tangguh secara fisik, matang secara mental, disiplin, serta berfokus penuh pada pelayanan jemaah,” pungkasnya.

 

Font +
Font -