
UPdates—Sebuah restoran steak kelas atas di Australia memposting rekaman CCTV yang menunjukkan seorang ayah tampaknya mencabut bulu ketiaknya dan meletakkannya di makanannya sebelum mengeluh.
You may also like :
Bangun Tidur karena Ada yang Menindih, Wanita di Australia Shock Ular Piton Melilit Tubuhnya
Pony Dining di The Rocks, Sydney, Australia, mengatakan keluarga yang terdiri dari enam orang tersebut menuntut pengembalian uang sebelum pergi tanpa membayar, setelah mengajukan keluhan tentang bulu di makanan mereka pada Rabu malam.
You might be interested :
Muncul Puing-puing Bola Misterius, Sydney Tutup 9 Pantai
Sebagaimana dipantau Keidenesia.tv dari rekaman yang ramai dibagikan di media sosial, tampak seorang pria dengan kaos polo putih melihat sekeliling sebelum mencabut bulu ketiaknya.
Pria tersebut terlihat dengan tenang mencabut beberapa helai bulu di ketiak kiri dan kanannya kemudian memilah-milahnya di atas meja. Setelah itu, ia menaruhnya di sisa makanannya.
“Kami biasanya tidak membagikan konten seperti ini,” tulis restoran tersebut dalam keterangan CCTV sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Senin, 16 Februari 2026.
“Rekaman ini menunjukkan insiden yang terjadi di tempat kami. Setelah makanan disajikan, tamu tersebut kemudian mengajukan keluhan mengenai bulu di makanannya dan menolak membayar semua makanan,” lanjut pihak restoran.
Tak hanya ingin makan gratis, pelaku juga bertindak kasar. “Selama interaksi tersebut, tim kami juga mengalami perilaku yang tidak pantas dan tidak dapat diterima,” ungkap pihak restoran.
Mereka menambahkan bahwa kelompok pengunjung tersebut telah memesan beberapa makanan termahal mereka termasuk steak Tomahawk yang harganya mencapai £100 atau sekitar Rp2,2 juta.
“Semuanya sangat bersih, mereka memiliki meja yang indah,” kata pihak restoran kepada news.com.au.
“Kami memutuskan untuk memeriksa CCTV setelah kami menyadari mereka bertingkah sangat aneh,” lanjut mereka.
Menurut pihak restoran, mereka sudah berusaha membuat keluarga itu membayar menu mahal yang mereka habiskan.
“Mereka memesan banyak makanan termasuk Tomahawk. Kami mencoba membuat mereka membayar tetapi dia menolak,” beber pihak restoran.
Polisi sempat turun tangan. “Kami menghubungi polisi, namun pada saat itu kami tidak memiliki rekaman CCTV sehingga polisi mengatakan itu adalah masalah perdata dan tidak ada yang dapat mereka lakukan pada tahap itu. Jadi mereka membayar minuman lalu pergi,” jelas pihak restoran.
Beberapa orang menyerukan agar pelanggan tersebut disebutkan namanya dan dipermalukan. Sementara para pekerja perhotelan berbagi kisah mengerikan mereka.
“Saya seorang manajer restoran tepat di sebelah kalian, dan mereka melakukan hal yang persis sama kepada saya,” tulis salah satu dari mereka.
Manajer restoran itu mengungkap bahwa mereka mengklaim menemukan batu kecil di makanan mereka. “Dan membuat keributan besar, lalu pergi tanpa membayar tagihan penuh,” tuturnya.
Restoran yang terinspirasi dari Argentina ini dikenal dengan potongan daging sapi legendaris dan makanan laut segar di kota Australia tersebut.