
UPdates—Suara tembakan dan ledakan keras terdengar di beberapa wilayah ibu kota Niger, Niamey, pada Sabtu dini hari waktu setempat.
You may also like :
The Great Migration, Fenomena Spektakuler di Benua Afrika
Saksi melaporkan adanya pertempuran sengit di dekat Bandara Internasional Diori Hamani, Pangkalan Militer 101, dan istana kepresidenan.
You might be interested :
Militer Benin Umumkan Kudeta Presiden Patrice Talon
Sejumlah laporan media yang dipantau Keidenesia.tv, termasuk Daily Trust dan Sweden Herald mensinyalir kemungkinan terjadinya kudeta.
Seorang warga Niamey mengatakan kepada BBC bahwa mereka mulai mendengar suara tembakan dan ledakan sekitar pukul 01.00 dini hari.
Ia menyebutkan bahwa penembakan terjadi di sebuah pangkalan militer di Niamey yang terletak di dekat bandara negara tersebut.
Warga lain mengatakan kepada BBC bahwa stasiun televisi dan radio nasional tidak lagi mengudara.
"Baik radio maupun TV pemerintah sudah tidak mengudara," ujarnya pada Sabtu pagi.
Pihak berwenang Niger belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai situasi tersebut.
Unggahan di media sosial memperlihatkan reaksi warga terhadap suara tembakan yang dikaitkan dengan insiden di beberapa wilayah Niamey.
Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa para penyerang menargetkan bandara dan mencoba menerobos perimeter keamanan di sekitar kompleks kepresidenan.
Laporan di media sosial juga mengindikasikan adanya suara tembakan dan ledakan di bagian lain ibu kota, termasuk di kawasan administratif tempat istana kepresidenan dan stasiun televisi nasional berada.
Video yang beredar secara daring memperlihatkan pengerahan kendaraan lapis baja di lingkungan sekitar bandara.
Seorang warga mengatakan kepada AFP bahwa suara tembakan gencar dan ledakan terdengar di sekitar Pangkalan Angkatan Udara 101, yang terletak di dalam kompleks bandara.
Sumber serangan belum diketahui secara pasti hingga Sabtu pagi, dan pihak berwenang Niger belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Seorang anggota parlemen AES mengatakan pasukan keamanan telah berhasil menguasai kembali Pangkalan Udara 101 dan menyebut para penyerang sebagai "teroris".
Laporan yang dilansir dari BBC, mereka belum memverifikasi klaim tersebut secara independen.
Dalam tanggapan awal mereka, otoritas militer Niger meminta warga ibu kota, Niamey, untuk tetap tenang menyusul laporan adanya tembakan dan ledakan keras di beberapa bagian kota.
Dewan Nasional untuk Perlindungan Tanah Air (CNSP) pada Sabtu pagi menyatakan bahwa mereka telah memobilisasi Pasukan Pertahanan dan Keamanan untuk membela negara.
Mereka juga meminta masyarakat untuk tetap bersatu, waspada, dan saling mendukung, serta mengimbau warga agar tetap tenang dan berhenti menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pihak berwenang belum mengungkapkan siapa yang mereka duga berada di balik serangan tersebut. Selain itu, belum ada rincian resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan.
Namun, sejumlah laporan mengarah pada kelompok afiliasi Islamic State di wilayah Sahel, meskipun hal ini belum terkonfirmasi.
Motif serangan ini serta identitas pihak-pihak yang terlibat belum diketahui secara pasti; informasi mengenai tingkat kerusakan maupun adanya korban jiwa juga belum tersedia.
Belum jelas pula apakah serangan ini terkait dengan upaya kudeta atau serangan kelompok pemberontak.
Niger telah diperintah oleh junta militer yang dipimpin oleh Jenderal Abdourahamane Tiani sejak kudeta bulan Juli 2023 yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum.