
UPdates—Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dunia dalam kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong bertambah menjadi sembilan orang.
You may also like :
Gelombang Baru Covid-19 Ancam Asia, Kasus Naik di Singapura, Hong Kong, dan China
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI berdasarkan data Hong Kong Police Force mencatat ada tambahan dua WNI yang meninggal dunia hingga Minggu, 30 November 2025 pukul 12.20 WITA.
You might be interested :
Kabur saat Razia, Tujuh Warga Indonesia Tewas Kecelakaan di Malaysia, Begini Kronologinya
Selain itu, ada tambahan satu WNI yang luka. "Total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi sembilan orang dan korban luka-luka menjadi tiga orang," demikian pernyataan resmi Kemenlu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Minggu, 30 November 2025.
KJRI Hong Kong melaporkan seluruh WNI yang menjadi korban meninggal merupakan perempuan dan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor domestik.
Total ada 140 WNI yang tercatat tinggal dan bekerja di kompleks itu. Verifikasi terhadap 79 WNI/PMI masih berlangsung. Sementara 61 lainnya sudah dipastikan keberadaan dan kondisinya, termasuk para korban meninggal dunia.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Instagram KJRI Hong Kong, mereka telah menurunkan tim ke lapangan dan membuka posko bantuan di depan gedung Tai Po Complex (8 Heung Sze Wui Street) sejak Kamis, 27 November 2025 pagi.
Posko ini melakukan verifikasi dan identifikasi korban dan memfasilitasi WNI, termasuk pekerja migran Indonesia yang terdampak serta memberikan bantuan logistik.
“Selain itu, KJRI Hong Kong juga telah membuka tempat penampungan sementara di premis KJRI sejak Rabu (26/11) malam,” tulis KJRI.
Untuk diketahui, kebakaran hebat melanda tujuh dari delapan gedung apartemen di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, pada Rabu, 26 November 2025 lalu.
Insiden yang sejauh ini dilaporan menewaskan 128 orang itu merupakan salah satu kebakaran terbesar di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.