Yenny Wahid (Foto: Instagram/Yenny Wahid)

Sudah Lebih 10 Atlet Panjat Tebing Mengadu, Yenny Wahid: Kami akan Lindungi Korban Pelecehan Seksual

28 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Jumlah atlet panjat tebing pelatnas yang mengadu terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terus bertambah.

You may also like : haul gus dur kemenagMenteri Agama: Gus Dur Tetap Hidup dalam Doa

Anggota Tim Investigasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Robertus Robet menyebut hingga Jumat kemarin, sudah lebih 10 atlet yang mengadu dari sebelumnya delapan orang.

Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid menegaskan, mereka akan menegakkan prinsip zero tolerance terhadap kasus ini.

“FPTI di bawah kepemimpinan saya berkomitmen melindungi setiap korban dan menegakkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan seksual maupun kekerasan fisik. Keselamatan dan martabat atlet adalah prioritas utama kami,” tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari unggahan pernyataannya di Instagram, Sabtu, 28 Februari 2026.

Yenny mengaku telah menerima laporan dugaan pelanggaran etik dan segera mengambil langkah cepat demi melindungi para atlet.

“Kami membentuk tim investigasi internal yang dipimpin oleh Ketua Bidang Hukum, Bapak Harry Ponto, seorang pengacara berpengalaman,” jelasnya.

“Pelatih yang dilaporkan telah dinonaktifkan dari jabatannya, dan proses investigasi independen sedang berlangsung,” lanjutnya.

Sikap tegas dan langkah cepat FPTI mendapat pujian publik. Mengomentari pernyataan Yenny, masyarakat berharap kasus memalukan ini dituntaskan dan diproses hukum.

“Maju terus usut sampai tuntas Bu Yenny. Belajar dari kasus atlet senam US Simone Biles vs Larry Nassar, si pelaku dijerat pasal berlapis dan dihukum sampai 125 tahun (175 tahun, red). Jangan pernah menormalisasi pelecehan, ga ada yg namanya khilaf klo korban sdh segitu banyak. Maju terus panjat tebing Indonesia,” komentar pengguna Instagram bernama Monang Parulian.

Kasus Larry Nassar adalah skandal pelecehan seksual sistemik di USA Gymnastics, di mana dokter tim Larry Nassar melecehkan ratusan pesenam, termasuk bintang Olimpiade Simone Biles, Aly Raisman, dan Jordyn Wieber selama bertahun-tahun.

Pada Januari 2018, Biles bersaksi bahwa dia menjadi salah satu korban. Nassar dihukum penjara seumur hidup (hingga 175 tahun) atas dakwaan pelecehan seksual dan kepemilikan materi pornografi anak.

Sebelumnya, Robertus Robet yang juga Ketua bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi memberikan update soal kasus di FPTI. Menurutnya, tim pencari fakta tengah mengonsolidasikan pengaduan karena jumlah atlet yang mengadu bertambah.

Menurutnya, pengaduan tersebut terkait dugaan kekerasan seksual dan kekerasan fisik.

"Ya saya belum tahu persisnya tapi updatenya ada tambahan pengaduan jadi lebih dari 10 (dari awalnya 8)," ungkap Robertus sebagaimana dilansir dari detikSport, Sabtu, 28 Februari 2026.

Saat ini, Tim Investigasi sedang menyusun jadwal wawancara dengan atlet secara bersama-sama. Sementara pemanggilan terduga pelaku belum dilakukan.

"Kami prioritaskan laporan dan data dari atlet dan saksi terlebih dahulu. Karena prioritas kami memang pada korban dan atlet," tuturnya.

Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia nonaktif, Hendra Basir sebelumnya sudah membantah melakukan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada delapan atlet panjat tebing Indonesia.

Ia juga membeberkan bahwa hingga Surat Keputusan (SK) dari PP FPTI terkait penonaktifan sebagai pelatih kepala keluar, dirinya belum pernah sama sekali diimbau untuk mengklarifikasi terkait dugaan tindakan itu.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >