
UPdates—Seorang donatur anonim menghebohkan Osaka, Jepang. Ia menyumbangkan 21 kg emas bernilai Rp60,7 miliar.
Sumbangan emas batangan itu diberikan sang donator misterius untuk memperbaiki pipa air yang sudah tua di Osaka.
Wali Kota Hideyuki Yokoyama kepada wartawan pada hari Kamis, 19 Februari 2026 mengumumkan bahwa batangan emas tersebut diberikan kepada Biro Perpipaan Air Kota Osaka pada bulan November.
You might be interested :
Kota Makassar Bareng Maniwa Jepang Buka Peluang Kerja Sama Dekarbonisasi
“Ini jumlah yang mengejutkan dan saya terdiam,” kata Yokoyama sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World, Jumat, 20 Februari 2026.
“Menangani kerusakan pipa air yang sudah tua membutuhkan investasi besar, dan saya sangat berterima kasih atas donasi ini,” lanjutnya.
Wali Kota mengatakan kotanya akan menghormati keinginan donatur dan menggunakan hadiah tersebut untuk meningkatkan proyek-proyek perpipaan air.
Kekhawatiran atas keselamatan sistem perpipaan air Osaka meningkat setelah sebuah lubang besar menelan sebuah truk dan menewaskan pengemudinya tahun lalu.
Kejadian itu terkait dengan kerusakan saluran pembuangan di Saitama, utara Tokyo.
Osaka memiliki 92 kasus kebocoran pipa air di bawah jalan kota pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, kata pejabat perpipaan air kota, Eiji Kotani, kepada Associated Press pada hari Jumat.
Dengan populasi 2,8 juta jiwa, Osaka adalah kota terbesar ketiga di negara itu yang berfungsi sebagai ibu kota Jepang bagian barat.
Sebagian besar infrastruktur publik utama Jepang dibangun selama pertumbuhan ekonomi pascaperang yang pesat.
Pembangunan perkotaan di Osaka, pusat komersial regional, dimulai lebih awal daripada banyak kota lain dan pipa air serta infrastruktur lainnya juga menua lebih cepat, kata Kotani.
Menurut Kotani, Osaka perlu memperbarui total 259 kilometer pipa air. Memperbarui segmen pipa air sepanjang 2 kilometer akan menelan biaya sekitar 500 juta yen atau sekitar Rp54,4 miliar.