Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni (Foto: Kemenhut)

Survei PPI: Raja Juli dan Nusron Menteri Berkinerja Terburuk, Amran dan Teddy Terbaik

18 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid masuk dalam daftar menteri yang dinilai memiliki kinerja terburuk oleh publik berdasarkan survei Parameter Politik Indonesia (PPI).

You may also like : amran sidak kantornyaLangsung Skorsing Pegawai saat Sidak, Mentan Amran: Ini Jam Kerja, Kenapa Merokok?

Raja Juli menempati posisi pertama dengan angka 19,8 persen. Selanjutnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di posisi kedua dengan 11,2 persen dan Nusron di posisi ketiga dengan 9,3 persen.

You might be interested : prabowo pidato yotubePrabowo Bilang Tenang Saja Kalau Dimaki, Menteri Tertawa dan Tepuk Tangan

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengungkap, penilaian terhadap Raja Juli berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga maraknya pembalakan hutan yang dinilai belum tertangani dengan baik.

“Kalau Menteri Raja Juli itu karena dinilai tidak mampu menanggulangi terkait dengan karhutla. Kemudian juga terima amplop, kemudian terkait dengan pembalakan hutan yang dinilai masih marak, kerjanya kurang terasa, hutan tidak terjaga, tidak ada kemajuan dan seterusnya dan seterusnya,” kata Adi dalam keterangannya secara daring, Minggu, 18 Oktober 2026.

Sementara penilaian terhadap Widiyanti berkaitan dengan anggapan bahwa potensi pariwisata Indonesia belum dimaksimalkan, kinerja yang kurang terlihat, minimnya kehadiran di lapangan, hingga persoalan pungutan liar di objek wisata.

Khusus Nusron, penilaian berkaitan dengan persoalan mafia tanah dan pelayanan pertanahan, termasuk kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat aparat di lingkungan ATR/BPN.

“Sementara Menteri ATR Nusron karena aparatnya itu kena OTT KPK beberapa waktu yang lalu, masih banyak mafia tanah, kemudian sertifikat mahal, kinerjanya tidak terasa, pelayanan aparatnya jelek di daerah kurang terasa,” jelasnya.

Selain itu, ada juga responden yang menilai Nusron memperkaya diri, berkinerja lebih buruk dibandingkan pejabat sebelumnya, hingga tidak menyukai sosoknya.

Dalam daftar 10 menteri atau pejabat negara yang dianggap berkinerja buruk berdasarkan hasil survei Parameter Politik Indonesia juga ada nama Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini.

Sementara untuk dua posisi teratas dalam daftar menteri dan pejabat negara yang dinilai memiliki kinerja terbaik ada nama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Amran menempati posisi pertama dengan raihan angka 15,4 persen. Sementara itu, Teddy berada di posisi kedua dengan 14,5 persen.

Penilaian positif terhadap Amran antara lain berkaitan dengan keberhasilan swasembada pangan, ketersediaan pupuk, serta kinerja yang dinilai terlihat oleh masyarakat.

“Kalau Pak Amran itu dinilai sukses terkait dengan swasembada pangan, kemudian pupuk murah dan berlimpah, kinerjanya itu terlihat, tidak pencitraan, kebijakannya bagus dan seterusnya dan seterusnya,” jelas Adi.

Sementara untuk Teddy, ia dinilai memiliki kemampuan mengomunikasikan program pemerintah dengan baik. Publik juga menilai Teddy sebagai sosok yang rajin, profesional, lebih banyak bekerja daripada berbicara, dan dekat dengan masyarakat kecil.

Termasuk dalam 10 besar menteri terbaik yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.

PPI melakukan survei ini pada rentang waktu 26 September - 6 Oktober 2026 dengan metode secara tatap muka. Adapun tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar 2,83 persen.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >