Layanan darurat membuat perimeter di sekitar dasar gedung setelah kecelakaan. (Foto: REUTERS)

Tabrak Gedung Pencakar Langit Tertinggi Beijing, Pesawat Hancur Berkeping-keping

27 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Sebuah pesawat kecil menabrak gedung pencakar langit CITIC Tower di Beijing, yang dikenal sebagai China Zun, dan hancur berkeping-keping.
  • Gedung tersebut memiliki 109 lantai dan hanya mengalami kerusakan ringan dengan dua jendela pecah akibat benturan.
  • Kejadian ini terjadi pada Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, dan polisi segera mengevakuasi gedung.
  • Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diidentifikasi sebagai B-12PP dan dilaporkan terbang sendirian dengan pilot.
  • Penyebab kecelakaan belum diketahui, dan belum ada konfirmasi tentang korban jiwa.
  • Pesawat tersebut menyimpang dari jalur penerbangan setelah lepas landas dari Bandara Shifosi dan kehilangan sinyal pelacakan sebelum menabrak gedung.
  • Pemantauan penerbangan kehilangan kontak dengan pesawat sebelum kecelakaan, dan asap terlihat mengepul dari lokasi kejadian.
atau

UPdates—Sebuah pesawat menabrak gedung pencakar langit terkenal di Beijing, CITIC Tower, yang juga dikenal sebagai China Zun.

You may also like : juliane via bbc3 Kisah Ajaib Penumpang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di Hutan, Ada yang Bertahan 72 Hari dan Makan Tubuh Korban yang Tewas

Pesawat kecil itu hancur berkeping-keping, jatuh ke tanah setelah menabrak gedung tertinggi di kota itu, yang memiliki 109 lantai.

You might be interested : pesawat california kecelakaanPesawat Tabrak Gedung di California, 2 Tewas dan 18 Luka

Sesuai rekaman di media sosial, gedung pencakar langit tersebut sebagian besar tidak rusak, dengan dua jendela pecah akibat benturan.

Polisi tiba di lokasi kejadian dan mengevakuasi gedung dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat, 26 Juni 2026 sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Seluruh ekor pesawat, yang diidentifikasi oleh media lokal sebagai B-12PP, ditemukan tergeletak di jalan.

Asap terlihat mengepul dari tanah tempat bagian-bagian pesawat berada dan masih berasap.

Saat ini belum jelas apakah ada korban jiwa, dengan pilot dilaporkan terbang sendirian. Penyebab kecelakaan juga belum diketahui.

Global.hk sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Sabtu, 27 Juni 2026 melaporkan bahwa pesawat tersebut menyimpang dari jalur penerbangan setelah lepas landas dari Bandara Shifosi setengah jam sebelumnya.

Pesawat itu seharusnya berbalik arah dan kembali ke bandara pada pukul 17.45, tetapi pemantauan penerbangan kehilangan sinyal pelacakan di sekitar Jalan Lingkar Kelima Timur Beijing.

Setelah itu, pesawat tersebut tidak dapat dihubungi dan beberapa saat kemudian menabrak gedung pencakar langit.

Font +
Font -