
UPdates—Taiwan mencatat 14 kematian akibat COVID-19 dan 72 kasus parah selama tujuh hari terakhir.
You may also like :
Muncul Lagi Covid-19 Cicada, DPR Ingatkan Pemerintah jangan Santai
Mengutip otoritas kesehatan, media setempat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 11 Agustus 2026 melaporkan bahwa itu adalah jumlah mingguan tertinggi selama gelombang saat ini.
You might be interested :
Jepang “Usir” Diplomat China, AS Siap Membela
Wakil Direktur Pusat Intelijen Epidemi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan, Lee Chia-lin, mengatakan bahwa sejak Oktober tahun lalu, Taiwan telah mencatat 337 kasus COVID-19 lokal yang melibatkan komplikasi parah, termasuk 42 kematian, menurut situs web Focus Taiwan.
Kunjungan rawat jalan dan unit gawat darurat (UGD) terkait COVID-19 juga meningkat, mencapai 24.645 kunjungan antara tanggal 2 dan 8 Agustus, naik 27,6% dibandingkan minggu sebelumnya.
CDC menurunkan proyeksi puncak kunjungan medis mingguan menjadi 27.000 dari perkiraan awal sebesar 51.000, dan menyatakan bahwa wabah saat ini diperkirakan akan mencapai puncaknya antara pertengahan hingga akhir Agustus.
Kelompok lanjut usia tetap menjadi yang paling rentan. Dari kasus-kasus parah yang tercatat sejak Oktober, 73,9% melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas; sementara itu, 84% memiliki penyakit penyerta (komorbid) kronis dan hampir 90% belum menerima vaksin COVID-19 musiman terbaru.
CDC menyatakan bahwa sekitar 140.000 dosis vaksin masih tersedia dalam penyimpanan, dengan 37.000 dosis di antaranya akan kedaluwarsa pada 9 September dan dijadwalkan untuk didistribusikan ke pemerintah daerah.
Secara global, tingkat positif COVID-19 meningkat di beberapa wilayah Eropa dan Afrika, sementara jumlah infeksi juga bertambah di Tiongkok, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang, menurut laporan tersebut.